Pilpres 2019
Maruf Amin Berharap Ada Menteri Pendidikan Pesantren, Kubu Prabowo Siap Merealisasikan
Maruf Amin beralasan, keberadaan menteri di bidang pendidikan pesantren akan membuat pondok pesantren berkembang dan lebih maju.
CALON wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin berharap ada menteri yang berfokus pada pendidikan pesantren, jika Presiden Joko Widodo terpilih lagi pada Pilpres 2019.
Hal itu disampaikan Maruf Amin saat bersilaturahmi di Pondok Pesantren Al-Itqon, Tlogosari, Wetan Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/2/2019).
"Semoga nanti kalau Pak Jokowi terpilih lagi menjadi presiden pada periode kedua, akan ada menteri pendidikan pesantren," kata Maruf Amin.
• Glenn Fredly akan Ungkap Rahasia Hidupnya Saat Konser di Hari Valentine, Bakal Undang Aura Kasih?
Maruf Amin beralasan, keberadaan menteri di bidang pendidikan pesantren akan membuat pondok pesantren berkembang dan lebih maju, tak kalah dengan pendidikan formal lainnya.
"Kalau ada menteri khusus yang membidangi pendidikan di pondok pesantren, pondok pesantren akan maju dan berkembang," ujarnya.
Selain itu, Maruf Amin menjelaskan, saat ini Rancangan Undang-undang Pondok Pesantren sedang dibahas di DPR RI.
• Cegah DBD, Warga Marunda Tanam Lavender dan Rajang Sereh
"Saya mendukung diberlakukannya Undang-undang Pondok Pesantren. Saat ini, Rancangan Undang-undang Pondok Pesantren masih dibahas di DPR," ucap Maruf Amin.
Menurutnya, dalam pembahasan RUU Pondok Pesantren itu tentunya akan memunculkan aturan sistem pendidikan bagi yang ada dalam satu direktorat jenderal tersendiri.
Saat itu, Maruf Amin juga sempat menyinggung masalah anggaran biaya pendidikan dan operasional pondok pesantren.
• Kepala Dinas Sumber Daya Air Sebut LRT dan MRT Salah Satu Penyebab Genangan di Jakarta
Menurutnya, kalau sekitar Rp 10 triliun atau sekitar Rp 20 triliun dari total APBN anggaran sebesar Rp 400 triliun, bisa digunakan untuk pembangunan dan operasional pendidikan di pondok pesantren, maka ponpes akan maju dan berkembang.
Menanggapi harapan Maruf Amin, Dahnil Anzar Simanjuntak, Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyatakan, jika Prabowo-Sandi memimpin Indonesia, mereka tak akan sungkan meminta masukan dari Maruf Amin, terutama terkait pendidikan Islam.
Apalagi, menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, Prabowo Subianto mengapresiasi usulan Maruf Amin yang menginginkan adanya menteri pendidikan pesantren jika Jokowi kembali memimpin Indonesia pada periode selanjutnya.
• Rumah Nyaris Ambruk di Bambu Apus, Petugas Cuma Topang Pakai Kayu dan Bambu
“Usulan itu baik karena terkait pesantren. Jika menang, Prabowo-Sandi akan menemui langsung Maruf Amin untuk mendetailkan usulannya. Kalau perlu kami minta beliau untuk mempersiapkan hal itu nanti,” paparnya, ditemui di posko pemenangan Prabowo-Sandi di Jalan Sriwijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).
Dahnil Anzar Simanjuntak bahkan menyebut, Prabowo Subianto akan menawari Joko Widodo dan Maruf Amin menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).
Menurut Dahnil Anzar Simanjuntak, hal itu akan dilakukan Prabowo Subianto jika dirinya terpilih sebagai presiden Indonesia periode 2019-2024.
“Nanti Pak Maruf Amin akan ditawari sebagai Wantimpres. Pak Jokowi juga akan ditawari sebagai Wantimpres. Pak Prabowo bilang seperti itu, semua akan dirangkul,” ujar Dahnil Anzar Simanjuntak. (Fransiskus Adhiyuda/Rizal Bomantama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pasangan-calon-presiden-dan-wakil-presiden-nomor-urut-01-joko-widodo-dan-maruf-amin.jpg)