KCI Bakal Ubah Kartu Multi Trip Menjadi Uang Elektronik

PT KCI menunggu izin dari Bank Indonesia agar kartu multi trip bisa berfungsi sebagai uang elektronik.

WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Direktur Utama PT KCI Wiwik Widayanti meluncurkan kartu multi trip spesial Imlek. 

KCI berharap kartu multi trip bisa diubah menjadi uang elektronik dan bisa dipakai untuk pembayaran moda transportasi lainnya.

WARTA KOTA, TAMANSARI--- Terhubungnya moda transportasi darat di Ibu Kota dalam waktu dekat diungkapkan Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Wiwik Widayanti, mendorong sistem transaksi yang terintegrasi.

Kartu multi trip (KMT) dalam waktu dekat bakal diubah menjadi uang elektronik.

Alasannya karena diharapkan KMT yang kini dimiliki dan digunakan masyarakat tidak hanya sebatas penumpang Commuter Line.

KCI Luncurkan Kartu Multi Trip Spesial Imlek, Jumlahnya Cuma Lima Ribu Unit

Akan tetapi juga dapat digunakan pada moda transportasi umum lainnya, seperti mass rapid transit atau moda raya terpadu (MRT), light rail transit (LRT), Transjakarta ataupun angkutan umum yang terhubung dengan JakLingko.

"Kami masih menunggu izin dari BI (Bank Indonesia) bahwa KMT kami juga bisa digunakan sebagai kartu uang elektronik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Tahun ini," kata Wiwik kepada wartawan di Stasiun Jakarta Kota, Jakarta Barat, Selasa (5/2/2019).

Listrik Aliran Atas Diperbaiki, PT KCI dan PT KAI Minta Maaf

"Diharapkan KMT itu sebagai kartu elektronik juga, bisa digunakan untuk transaksi di tempat lain juga. Jadi kartu transportasi, harapannya orang bisa bepergian dari KRL, Transjakarta, LRT, MRT semua bisa digabung," katanya.

Penyempurnaan KMT katanya seiring dengan visi pihaknya untuk mendorong para pengguna Commuter Line menggunakan KMT.

Sebab pengguna KRL yang menggunakan KMT hanya sebesar 35 persen dari total jumlah penumpang KRL harian yakni, sebesar 875.000 orang per hari.

"Artinya lebih kecil dibandingkan pengguna THB (tiket harian berbayar) mencapai 40 persen dari total penumpang. Diharapkan para pengguna dapat beralih dari THB menjadi KMT, jadi antrean panjang di sejumlah loket dan mesin tiket di stasiun kereta bisa diminimalisir," katanya.

Dugaan Maladministrasi, Ombudsman Sebut PT KCI Tidak Antisipasi Calo Tiket Kertas

Terkait langkah integrasi tersebut, Wiwik mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan seluruh operator transportasi umum.

Target penggabungan sistem transaksi KMT dapat rampung pada tahun 2019.

Sehingga seiring dengan beroperasi moda transportasi umum lainnya, yakni MRT dan LRT, KMT sudah dapat terintegrasi.

"Ini masih dalam proses semuanya, harus segera. Kami koordinasi terus dengan moda operator lain. Iya, jadi diharapkan semua yang ada di Jabodetabek bisa saling integrasi baik dari sisi fisik maupun sistem pembayaran," jelasnya.

SNMPTN 2019, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Minta Siswa Pahami Aturan SNMPTN

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved