VIDEO: Boni Hargens Sebut Tabloid Indonesia Barokah Bentuk Kemarahan Publik

Boni juga mengatakan, pelaporan kubu Prabowo-Sandi terhadap Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk ketakutan.

Direktur Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens menilai, kemunculan Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk kemarahan publik terhadap politik hoaks yang berkembang jelang Pemilu 2019.

Boni menyebut, jika isi tabloid Indonesia Barokah berisi fakta dan pencerahan bagi masyarakat.

"Tabloid ini mengangkat fakta. Isinya memberikan pencerahan sekaligus sebuah ungkapan kemarahan terhadap politik hoaks yang telah mengancam keutuhan NKRI, perababan demokrasi, dan bahkan martabat kita sebagai manusia," kata Boni dalam diskusi 'Indonesia Barokah dan Perang Melawan Hoaks' di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (2/2/2019).

Boni juga mengatakan, pelaporan kubu Prabowo-Sandi terhadap Tabloid Indonesia Barokah merupakan bentuk ketakutan.

Sebab, tabloid itu, kata Boni mematahkan semua tuduhan-tuduhan kepada kubu Jokowi-Ma'ruf yang selama ini diserang oleh hoaks dan fitnah.

Sebelumnya, kubu Prabowo-Sandi menyebut tabloit tersebut tidak sesuai dengan kode etik Jurnalistik dan melanggar kampanye.

"Reaksi oposisi wajar karena tabloid ini mematahkan semua serangan politik mereka terhadap Jokowi-Ma’ruf yang selama ini didominasi oleh berita bohong dan fitnah yang tidak berdasarkan data empiris," papar Boni.

"Tuduhan bahwa jutaan pekerja asing menguasai pasar tenaga kerja domestic terbukti bohong. Tuduhan kebangkitan kembali partai komunis juga terbukti hanyalah ilusi yang mempolitisasi sentiment sejarah masa lalu," tambahnya.

Ia juga membandingkan dengan kemunculan tabloid obor rakyat pada Pilpres 2014 lalu yang menyerang Jokowi.

Boni menyebut, isi berita dalam tabloid Indonesia Barokah justru lebih fair dan obyektif karena menampilkan fakta-fakta yang berkembang di masyarakat.

Halaman
12
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved