Misa Pertama Paus Fransiskus di Semenanjung Arab, AS: Ini Momen Bersejarah Kebebasan Beragama
KUNJUNGAN bersejarah Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab (UEA) mendapat sambutan positif dari Amerika Serikat (AS).
"Misa Kudus pertama oleh seorang Paus di Semenanjung Arab mempromosikan perdamaian dan pemahaman antara dua agama besar di dunia."
KUNJUNGAN bersejarah Paus Fransiskus ke Uni Emirat Arab (UEA) mendapat sambutan positif dari Amerika Serikat (AS).
Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo memandang perjalanan Pemimpin Gereja Katolik Roma ke negara di Teluk Arab itu merupakan momen bersejarah bagi kebebasan atau toleransi beragama.
Di akun twitternya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo Pompeo bahkan mengunggah foto Paus Fransiskus berjalan bersama Putra Mahkota Abu Dhabi Syeikh Mohammed bin Zayed al-Nahyan.
"AS memuji kedatangan Paus Fransiskus di UEA sebagai momen bersejarah bagi kebebasan beragama," kicaunya.
"Misa Kudus pertama oleh seorang Paus di Semenanjung Arab mempromosikan perdamaian dan pemahaman antara dua agama besar di dunia," imbuhnya.
• Uni Emirat Arab Cetak Sejarah Toleransi, Paus Fransiskus Datang Seluruh Sekolah Diliburkan
• Diundang Putra Mahkota, Paus Fransiskus Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Uni Emirat Arab
• Demi Tiket Gratis Misa Paus Fransiskus, Ribuan Umat Katolik Rela Antre di Gereja Santa Maria Dubai
Pimpin misa kudus
Seperti diketahui, ada sekitar 1 juta umat Katolik di UEA, kebanyakan dari mereka berasal dari Filipina dan India.
Sementara itu, sebanyak 135.000 umat di antaranya akan mengikuti misa kudus yang dipimpin Paus Fransiskus di Zayed Sports City Stadium.
Tiba di Abu Dhabi pada Minggu (3/2/2019), paus akan menghadiri konferensi antar-agama pada Senin (4/2/2019) waktu setempat, bersama imam Al Alzhar Kairo, Syeikh Ahmed al-Tayeb.
Kemudian, beberapa jam sebelum terbang ke Roma pada Selasa (5/2/2018), dia akan memimpin misa.
Pada Minggu pagi, ratusan umat katolik telah mengantre di luar Katedral St Joseph di Abu Dhabi untuk memperoleh kartu pas misa.
"Saya rasa kedatangan paus membuka pintu pembicaraan tentang toleransi yang seluruh dunia perlu ketahui," kata seorang warga asal AS di UEA, Collins Coche Ryan, kepada AFP.
Bagi warga India di negara itu, Doris D'Souza, kehadiran pria asal Argentina tersebut tidak bisa dilewatkan.
"Sejak saya tahu paus akan mengunjungi Abu Dhabi, kami semua mencari tahu peluang untuk menyaksikannya," ucapnya.
Toleransi agama yang tinggi
Sebagai informasi, UEA begitu membanggakan diri sebagai negara dengan toleransi agama dan keberagaman kebudayaan yang tinggi di dunia.
Ada 8 gereja Katolik di negara tersebut, sementara Oman, Kuwait, dan Yaman masing-masing memiliki empat gereja Katolik, serta Qatar dan Bahrain mempunyai 1 gereja Katolik. (Veronika Yasinta)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/paus-fransiskus-dan-putra-mahkota-abu-dhabi-syeikh-mohammed-bin-zayed-al-nahyan.jpg)