RUU Permusikan

Giring Ganesha Sebut RUU Permusikan Justru Jadi Pemersatu Musisi Indonesia

Penolakan Giring Ganesha terhadap RUU Permusikan, dikarenakan ada beberapa pasal yang diduga menimbulkan kontroversi

Giring Ganesha Sebut RUU Permusikan Justru Jadi Pemersatu Musisi Indonesia
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Giring Ganesha 

MUSISI sekaligus aktor Giring Ganesha (35) menolak adanya Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan, yang dicetus dan sedang diperjuangkan oleh musisi dan politikus Anang Hermansyah.

Penolakan Giring Ganesha terhadap RUU Permusikan, dikarenakan ada beberapa pasal yang diduga menimbulkan kontroversi dan mematikan kreativitas musisi membuat sebuah karya, jika disahkan menjadi UU.

Selain Giring Ganesha, puluhan hingga ratusan musisi di media sosial, juga menolak adanya produk hukum yang masih dalam bentuk RUU Permusikan.

Penolakan tersebut pun sama seperti apa yang Giring Ganesha katakan, yakni bisa mematikan musisi untuk membuat sebuah karya di Indonesia.

Kendati demikian, Giring Ganesha menyebut bahwa polemik RUU Permusikan malah membuat para musisi bisa menyatu untuk membangun sebuah industri musik yang semakin maju.

"Tapi kan ini masih Rancangan Undang Undang. Tapi yang jelas ini kebaikan untuk semua musisi untuk bisa menjadi satu suara," kata Giring Ganesha kepada Warta Kota, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (4/2/2019).

Giring menambahkan, vokalis grup band Nidji itu menilai respon musisi Tanah Air pun dinilai kompak dengan menolak RUU Permusikan ini.

Sebab, menurut Calon Legislatif DPRD Bandung, Jawa Barar asal Partai Solidaritas Indonesia (PSI) itu menilai, musisi yang hidup di industri musik menginginkan suaranya didengar oleh petinggi Indonesia, demi kemajuan seni budaya Indonesia.

"Polemik ini bisa membuat musisi masukin suara-suara kita didalam RUU Permusikan ini. Mumpung msih rancangan dan belum diketok palu," ucapnya.

"Menurut saya semua musisi yang hidup dari industri ini yang menggantungkan hidup di industri, sebaiknya bersuara. Sayang jika tidak bersuara," tambahnya.

Lanjut Giring, pihak petinggi Indonesia khususnya Anang Hermansyah harus bisa mendengarkan semua suara para musisi yang terlibat di industri musik atau memang hidup di jalur indie.

VIDEO: Anang Tantang Jerinx Datang Bersama Musisi Senin Besok di Citos

Sebab, RUU Permusikan yang akan disahkan menjadi UU bisa mematikan para musisi yang hidup di jalur indie dan mematikan pasar mereka.

"Tolak pasal yang kontroversi dan tidak ada gunanya. Tapi menurut saya lebih urgensinya adalah RUU Tata Kelola Industri Musik, bukan RUU Permusikan. Ini harus didengar dan sampai kepada perancang RUU Permusikan," ujar Giring Ganesha. (Arie Puji Waluyo/ARI).

Penulis: Arie Puji Waluyo
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved