Imlek 2570

Berseberangan dengan Keyakinan, Tradisi Ceng Beng Mulai Dilupakan

Perbedaan keyakinan yang dianut warga keturunan Tionghoa antara pemeluk Kristen, Budha dan Konghucu menjadi alasan utama trasici ceng beng dilipakan.

Berseberangan dengan Keyakinan, Tradisi Ceng Beng Mulai Dilupakan
Warta Kota/Dwi Rizki
Dupa dan sisa kelopak bunga yang dipersembahkan warga keturunan tionghoa kepada para leluhur di ujung Dermaga Marina, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu (3/2/2019). 

Berseberangan dengan Keyakinan, Tradisi Ceng Beng Mulai Dilupakan. Warga keturunan Tionghoa ziarah ke Pantai Ancol. Mereka menabur bunga ke laut

BUKAN hanya karena gaya hidup dan kurangnya perhatian keluarga, alasan tradisi ceng beng atau larung laut jelang hari besar mulai dilupakan karena berseberangan dengan keyakinan.

Hal tersebut disampaikan oleh Andrew (46) warga Mangga Dua, Pademangan, Jakarta Utara.

Menurutnya, perbedaan dalam keyakinan yang dianut warga keturunan Tionghoa, yakni antara pemeluk agama Kristen dengan pemeluk agama Budha ataupun Konghucu menjadi alasan utama.

Sebab, pandangan ketiga agama tersebut mengenai proses pemakaman seseorang sangat berbeda.

Umat Kristen katanya tidak mengkremasi atau membakar jenazah layaknya pada agama Budha atau Konghucu, tetapi mengkebumikan dan membangun kuburan di atasnya.

"Bukan karena apa yang dipilih (agama), itu hak semua orang, walaupun keyakinan leluhur dulu itu semua sama. Yang menjadi berbeda adalah ajaran agama, jadi tradisi ceng beng ini tidak bisa dilakukan sampai akhirnya dilupakan," ungkapnya ditemui di ujung Dermaga Marina, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada Minggu (3/2/2019).

"Tapi kalau saya selalu saya tekankan untuk ziarah ke sini. Terus terang saya Katolik, tapi saya menghormati leluhur saya dan mendoakan mereka dengan datang ke sini. Karna habis dari sini saya juga akan ke makam orangtua saya di Sentul, Bogor," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, elang Hari Raya Imlek atau Tahun Baru China, sejumlah warga tionghoa berziarah ke kawasan Pantai Ancol, Pademangan, Jakarta Utara.

Mereka berdoa dan memohon keselamatan kepada Tuhan sekaligus mendoakan para leluhur ataupun kerabat yang sudah meninggal dunia.

Halaman
12
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved