Banyak Warga Setu Tangerang Selatan Terjangkit DBD, Kelurahan dan Puskesmas Gelar Grebek Jentik

Kecamatan Setu menjadi kecamatan yang memiliki jumlah penderita penyakit DBD terbanyak di Tangerang Selatan.

Banyak Warga Setu Tangerang Selatan Terjangkit DBD, Kelurahan dan Puskesmas Gelar Grebek Jentik
Istimewa
Tim jumantik memeriksa wadah berisi air yang dapat menjadi sarang jentik di Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Minggu (3/2/2019). 

Kecamatan Setu melakukan grebek jentik karena kecamatan ini memiliki jumlah penderita penyakit demam berdarah dengeu terbanyak di Kota Tangerang Selatan.

WARTA KOTA, TANGERANG SELATAN--- Kecamatan Setu menjadi wilayah dengan jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) terbesar di Kota Tangerang Selatan.

Data per 29 Januari 2019, sebanyak 26 orang di Kecamatan Setu positif DBD sejak awal 2019. Sedangkan daerah lainnya hanya 20 orang dan dibawahnya.

Kisah Heru Bisa Ditiru, Budidayakan Ikan Cupang Banjir Order karena DBD hingga Raup Rp15 Juta/Bulan

Oleh karena itu, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, bersama puskesmas bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mengadakan grebek jentik di Kelurahan Muncul RT 03 RW 01, Setu, Tangerang Selatan, Minggu (3/2/2019) pagi.

Lurah Muncul, Ahmad HG, mengatakan, program itu berkaca pada program Satu Rumah Satu Jumantik yang sudah berjalan di Kecamatan Pamulang.

"Karena di Kelurahan Muncul menjadi yang paling banyak kena DBD maka kami melakukan grebek jentik. Kita belajar dengan Jumantik Pamulang yang sudah menerapkan satu rumah satu jumantik," ujar Ahmad.

Musim DBD, Coba Pencegahan Alami dengan Memelihara Ikan Cupang

Saat grebek jentik, seluruh kader jumantik diterjunkan ke rumah-rumah warga untuk memantau tempat-tempat yang diperkirakan menjadi sarang jentik nyamuk Aedes aegypti.

Sejumlah wadah berisi air bersih yang berada di dalam rumah diperiksa oleh tim jumantik apakah terdapat jentik atau tidak.

"Kami kunjungan ke rumah, serentak. Memeriksa bak-bak mandi, kulkas, dispenser, di ember-ember kosong," kata Ahmad.

Gubernur Anies Baswedan Pastikan DBD di DKI Jakarta Belum Masuk Kategori KLB

Kepala Puskesmas Setu, Khairudin MD, mengatakan, pihaknya sangat mendukung upaya yang dilakukan oleh pihak kelurahan.

"Kami cuman mensupport apa-apa yang mereka perlukan untuk pemeriksaan jentik ini. Karena Kesehatan itu milik masyarakat bukan milik puskesmas," katanya.

Selain SNMPTN 2019, Seleksi Masuk Politeknik Negeri Dibuka Mulai Hari Ini: Ada 2 Jalur Seleksi

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Aloysius Sunu D
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved