Pilpres 2019

Jokowi: Saya Acungi Jempol pada Ratna Sarumpaet, yang Enggak Benar yang Konferensi Pers Nuduh Kita

CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengenal lama sosok Ratna Sarumpaet sebagai orang yang berani dan jujur.

Jokowi: Saya Acungi Jempol pada Ratna Sarumpaet, yang Enggak Benar yang Konferensi Pers Nuduh Kita
Warta Kota/Henry Lopulalan
Presiden Jokowi (tengah) bersama Ibu Negara Iriana, para menteri dan pimpinan PBNU ketika mengikuti Harlah ke-73 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2019). 

CALON presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah mengenal lama sosok Ratna Sarumpaet sebagai orang yang berani dan jujur.

Hal tersebut sudah dibuktikannya, saat sebagian orang menyebut lebamnya muka Ratna Sarumpaet karena habis dipukuli oleh orang yang tidak dikenal. Tetapi, Ratna Sarumpaet kemudian mengaku kepada publik habis operasi plastik.

"Katanya dianiaya, mukanya babak belur, lalu konferensi pers, menuduh-nuduh kita. Untungnya Mbak Ratna itu jujur. Sehingga waktu terakhir sudah ramai, beliau sampaikan apa adanya. Saya acungi jempol pada Mbak Ratna Sarumpaet ngomong apa adanya," ucap Jokowi dalam acara dukungan dari Koalisi Alumni Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).

Cegah DBD, Warga Marunda Tanam Lavender dan Rajang Sereh

"Yang enggak benar itu yang ngabarin katanya babak belur, digebukin, dianiaya, itu enggak benar. Itu maunya apa sih? Maunya sebetulnya apa?" Sambung Jokowi yang disambut tepuk tangan hadirin.

Jokowi menilai, tujuan penyebaran berita bohong tersebut untuk menggiring opini masyarakat, bahwa pemerintah saat ini sudah melakukan kriminalisasi.

"Nuduh kita kriminalisasi, itu sebetulnya arahnya, tapi masyarakat sekarang ini cerdas dan masyarakat pintar-pintar, dipikir masyarakat masih bodoh-bodoh," papar Jokowi.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Sebut LRT dan MRT Salah Satu Penyebab Genangan di Jakarta

Lebih lanjut Jokowi mengatakan, dalam kontestasi Pilpres 2019, kabar bohong atau kedustaan yang ada di masyarakat setiap hari bukan malah berkurang, tetapi malah bertambah banyak.

"Jangan sampai kita biarkan hoaks ini merajalela sampai ke desa-desa, sangat berbahaya sekali. Saya berikan contoh, katanya ada tujuh kontainer yang sudah dicoblos. Tujuh kontainer itu kalau saya hitung 80 juta kertasnya (surat suara). Begitu dijawab diem," bebernya.

"Besoknya keluar lagi selang darah dipakai sampai 40 kali. Dijawab lagi dari rumah sakit RSCM, diam," tambah Jokowi. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved