Jadi Anggota Parlemen Paling Enak di Dunia, Tjahjo Kumolo Ungkap Alasan Tak Jadi Caleg

Mentri Dalam Negeri (Mendagri) ungkap menjadi anggota parkemen terenak di dunia hingga alasannya bersyukur tak menjadi calon legislatif (Caleg)

Jadi Anggota Parlemen Paling Enak di Dunia, Tjahjo Kumolo Ungkap Alasan Tak Jadi Caleg
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo, ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Warta Kota - Tribunnews.com, di Palmerah, Jakarta Pusat, Rabu (30/1/2019). 

Tjahjo Kumolo, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), mengaku ikut menghadiri sejumlah pertemuan yang membahas wacana pembebasan narapidana politik Abdu Bakar Ba'asyir.

Menurutnya, soal Ba'asyir telah lama dibahas meskipun kemudian pemerintah memutuskan untuk tidak mengeluarkan Ba'asyir dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

Pemerintah, melalui Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto, menyatakan Ba'asyir tidak mungkin bebas dari penjara karena menolak menandatangani pernyataan setia kepada Pancasilan dan NKRI.

Tjahjo juga ikut bertanggungjawab secara moral terkait banyaknya kepala daerah yang terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi dan menjadi pesakitan kasus korupsi.

Setidaknya pada 2018 saja sebanyak 34 kepala daerah terjerat kasus korupsi.

Berikut petikan wawancara Tribun Network, Kamis (30/1/2019), terkait posisinya sebagai Mendagri selama empat tahun belakangan ini. 

Pasangan Suami Istri Asal Indonesia Diduga Pelaku Bom Bunuh Diri di Gereja Katolik Filipina

Pelapor Amati Penyataan Rocky Gerung Soal Kitab Suci Fiksi dari YouTube

Awalnya Presiden Jokowi, seperti disampaikan Prof Dr Yusril Ihza Mahendra, setuju membebaskan Abu Bakar Ba'asyir, namun kemudian batal. Apa ada pihak yang nyelonong sendiri? 

Saya mengikuti rapat-rapat pembahasan hal itu karena menjadi bagian dari polhukam. Prosesnya panjang dan lama. Tapi mohon maaf saya tidak bisa ceritakan.

Terkait dengan Pemilu 2019, apakah sudah dipetakan faktor krusialnya, termasuk waktu untuk penghitungan suara?

Semua hal sudah dibahas dan disimulasikan. Misalnya, kami sudah hitung untuk satu orang pemilih, perlu waktu 11 menit untuk mencoblos lima kartu suara (presiden-wapres, anggota DPD, anggota DPR, DPR Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten). 

Halaman
1234
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved