Wanita yang Tawarkan Jasa Layanan Dirinya Lewat Aplikasi Medsos Ditangkap

NB ditangkap karena menjajakan dirinya kepada pria hidung belang melalui media sosial, seperti Twitter, We Chat dan Mi Chat.

Usaha menjemput menjemput 'rezeki' seorang wanita berinisal NB (30) terhenti setelah aparat Pores Metro Bekasi Kota mengendus dan menangkapnya, Kamis (31/1/2019) kemarin.

NB ditangkap Apartemen Kemang View Tower, Pekayon, Kota Bekasi usai tim siber Polres Metro Bekasi Kota melakukan patroli siber.

NB ditangkap karena menjajakan dirinya kepada pria hidung belang melalui media sosial, seperti Twitter, We Chat dan Mi Chat.

"Saudara NB kita tangkap usai jajaran kami lakukan kegiatan patroli siber. Tersangka melakukan tindak pidana prostitusi online menjual dirinya di tiga media sosial," kata Wakapolres Metro Bekasi Kota, AKBP Eka Mulyana saat ungkap kasus di Mapolrestro Bekasi Kota, Jumat (1/2/2019).

Seorang wanita berinisal NB (30) tertunduk usai ditangkap Polres Metro Bekasi Kota. NB ditangkap karena menjajalkan dirinya melalu media sosial. Barang bukti yang ditunjukkan polisi.
Seorang wanita berinisal NB (30) tertunduk usai ditangkap Polres Metro Bekasi Kota. NB ditangkap karena menjajalkan dirinya melalu media sosial. Barang bukti yang ditunjukkan polisi. (Warta Kota/Muhammad Azzam)

AKBP Eka mengungkapkan tersangka NB memasakan dirinya dengan membuat akun di ketiga media sosial.

Tersangka, meminta para pria hidung belang untuk melakukan pembayaran dimuka atau DP sebelum janjian memberikan jasa pelayanan seks atau melakukan hubungan badan.

NB memberikan tarif dalam menggunakan jasa seks nya sebesar Rp 600.000 perjam, atau Rp 1.000.000 perjam hingga Rp 3.500.000 seharian.

"Tarif variatif tergantung kesepakatan tersangka dan pemesan. Tersangka ini minta pria atau pelanggan bayar DP dulu. Setelah itu baru dikasih alamat. Kadang juga COD atau bayar ditempat," jelas Eka.

Berdasarkan pengakuannya, kata Eka, tersangka telah menjalani profesi ini selama satu tahun. Ia melayani pria hidung belang itu di tempat tinggalnya di Apartemen Kemang ataupun dilokasi lainnya.

"Tempat tersangka melayani pria atau pelanggan ini beda-beda tempatnya. Tergantung kesepakatan dan janjiannya," ujarnya.

Pihaknya, kata Eka, juga masih akan mendalami dugaan adanya tersangka lain di kasus prostitusi online ini.

"Untuk sementara pelaku satu, dia sebagai operator akun di medsos itu untuk jual dirinya sendiri. Tersangka kasus serupa kita masih selidiki. Termasuk keuntungan tersangka selama satu tahun menjalankan profesinya," terangnya.

Dalam penangkapan di tempat tinggal tersangka, kepolisian mengamankan uang tunai Rp 600.000, tiga telepon genggam, empat bungkus alat kontrasepsi.

Atas perbuatannya tersangka NB dijerat tindak pindana prostitusi online dengan pasal 45, Jo pasal 27 Nomor 19 Tahun 2016 dan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman hukuman penjara paling enam tahun.

Penulis: Muhammad Azzam
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved