Spire Research & Consulting : Persaingan Transportasi Online Makin Ketat:

Populasi penduduk Indonesia jumlahnya sangat menjadi daya tarik bagi bisnis di bidang industri transportasi khususnya transportasi online.

Spire Research & Consulting :  Persaingan Transportasi Online Makin Ketat:
ist
Jeffrey Bahar, Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, saat jumpa pers di Jakarta, Jumat (1/2/2019). 

WARTA KOTA, PALMERAH  -------   Populasi penduduk Indonesia jumlahnya sangat besar hingga mencapai 265 juta jiwa pada 2018 berdasarkan data Badan Pusat Statistik, menjadi daya tarik bagi bisnis di bidang industri transportasi khususnya transportasi online.

Banyak pemain baru yang bermunculan di sektor ini, seperti Go-Jek. start-up unicorn asal Indonesia dan Grab, perusahaan penyedia Iayanan ride-hailing terbesar di Asia Tenggara.

Dan persaingan antara Go-Jek dan Grab semakin ketat dalam mengembangkan Iayanan dan meningkatkan kualitasnya untuk memperoleh jumlah pengguna, meskipun akhirnya konsumen yang menjadi penentunya.

Spire Research and Consulting, salah satu perusahaan riset terkemuka global yang berpusat di Tokyo. Jepang, telah melakukan studi terhadap pengemudi dan konsumen untuk mencari tahu preferensi terhadap penyedia Iayanan transportasi online dari berbagai aspek, seperti consumer awareness, frekuensi penggunaan, dan preferensi dalam menggunakan Iayanan e-money.

“Temuan paling menarik dari studi kami adalah adanya fraud yang cukup besar dan bagaimana pandangan para driver dalam hal tersebut”, kata Group Deputy CEO Spire Research and Consulting, Jeffrey Bahar, di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Berdasarkan hasil survei “Consumers' Awareness" yang dilakukan Spire Research and Consulting, 75% dan 61% responden menyebutkan bahwa Grab merupakan merek (brand) yang mereka gunakan dalam 6 dan 3 bulan terakhir. Sementara itu, 62% dan 58% responden memilih menggunakan Go-Jek untuk kategori yang sama dalam 6 dan 3 bulan terakhir.

Di kategori roda dua, Go-Ride masih menjadi pilihan utama pengguna transportasi online. Dari total responden yang memilih Go-Ride, sebanyak 64% menggunakannya hingga 1-2 kali sehari, sedangkan pemilih GrabBike yang menggunakan 1-2 kali daIam sehari ada 58%.

Untuk layanan online food delivery, Go-Food masih memimpin. Sebanyak 35% responden menyebutkan bahwa Go-Food merupakan layanan yang paling sering mereka gunakan. Sementara 27% responden menyatakan memilih GrabFood.

Tumbuhnya permintaan online food delivery tak lepas dari gencarnya promosi yang dilakukan oleh para penyedia platform pembayaran. Merujuk pada hasil survei, rupanya OVO, aplikasi pembayaran yang digandeng Grab, unggul dalam pembayaran online to offline (020), seperti untuk membeli pulsa dan pembayaran di gerai-gerai non-makanan.

Berbeda dengan OVO, Go-Pay, platform pembayaran milik Go-Jek, lebih sering digunakan di pembayaran kedai-kedai makanan-minuman (Go-Food) dan untuk membayar tagihan Iistrik melalui aplikasi Go-Jek.

Sayangnya, di tengah gegap-gempitanya bisnis transportasi online, tindakan fraud pun terjadi yang menjadi isu tersendiri, yang dapat menyebabkan kerugian bagi penyedia platform transportasi online, di sisi lain juga menjadi koreksi atas lemahnya sistem yang mereka miliki.

Spire Research and Consulting memperkirakan sebanyak 30% dari order yang diterima Go-Jek terindikasi fraud. Angka itu cukup tinggi jika dibandingkan dengan persentase fraud Grab yang diperkirakan hanya 5%. Angka tersebut berdasarkan estimasi jumlah order fraud dibandingkan jumlah total order yang diterima. lni merupakan masalah sistematis bagi kedua perusahaan dan terutama, permasalahan yang Go-Jek harus segera atasi.

“Perkiraan ini masuk akal karena kami juga melakukan survei terhadap para pengemudi transportasi online,” ungkap Jeffrey, 

Saat ini Grab dan Go-Jek sama-sama berkembang pesat baik di ranah transportasi online maupun online food delivery, di tanah air,  Akan tetapi, perhatian khusus harus diberikan terhadap aspek fraud demi menjamin perkembangan teknologi dan industri yang sehat.

Survei ini dilakukan terhadap 40 pengemudi dan 280 konsumen atau pengguna yang dipilih secara acak dalam skala nasional.

Penulis: Nur Ichsan
Editor: M Nur Ichsan Arief
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved