Kasus Rocky Gerung

Rocky Gerung Diperiksa 4,5 Jam di Polda Metro Jaya

Rocky Gerung akhirnya keluar dari ruangan pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, pada Jumat (1/2/2019) malam sekira pukul 20.40 WIB.

Rocky Gerung Diperiksa 4,5 Jam di Polda Metro Jaya
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengamat Politik, Rocky Gerung penuhi panggilan kepolisian terkait kasus penodaan agama di Ditkrimsus Polda Metro, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2019). Ia berjalan sambil mengacungkan jari telunjuknya ke arah langit biru. 

Rocky Gerung selaku mantan dosen filsafat Universitas Indonesia (UI), akhirnya keluar dari ruangan pemeriksaan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (1/2/2019) malam sekira pukul 20.40 WIB.

Diketahui, Rocky Gerung berada di ruang pemeriksaan sejak pukul 16.00 WIB.

Selama 4,5 jam lebih, Rocky Gerung diperiksa terkait memberi keterangan klarifikasi.

Rocky Gerung sebelumnya datang ke Polda Metro Jaya dan keluar ruangan didampingi tim kuasa hukumnya.

Ia dimintai klarifikasi atas laporan dugaan penodaan agama, akibat pernyataan Rocky bahwa kitab suci fiksi di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One, April 2019 lalu

Menurut Rocky Gerung ada dua hal substansi yang ditanyakan penyidik dalam klarifikasi ini.

"Intinya adalah mencari klarifikasi tentang istilah fiksi. Rupanya pelapor gagal paham membedakan antara fiksi dan fiktif," kata Rocky Gerung usai memberi klarifikasi di Polda Metro Jaya.

"Padahal sudah berkali-kali saya terangkan bahkan sangat jelas disitu, bahwa fiksi itu adalah energi untuk mengaktifkan imajinasi. Dan itu penting dan baik. Beda dengan fiktif yang cenderung mengada-ada. Jadi itu intinya," lanjutnya.

Mahfud MD Ramal Kasus Rocky Gerung Cuma sampai Pilpres, Apakah Ada Pesanan Politik?

VIDEO: Kuasa Hukum Rocky Gerung Pertanyakan Kenapa Polisi Baru Panggil Sekarang

Kemudian, Rocky mengaku ia menerangkan bahwa dirinya adalah peneliti dan pengajar, sehingga memaknai kata fiksi termasuk kata kitab suci sebagai konsep.

"Dan itu konteksnya adalah untuk mengajarkan dengan metodologi yang disebut Silogisme Eskatologik. Jadi ini suatu kasus yang sebenarnya disidangkan di ruang seminar itu, bukan dilaporkan oleh yang bersangkutan itu. Ya yang bersangkutan pasti kurang pengetahuan dan kecerdasan. Jadi itu intinya,* papar Rocky.

Halaman
1234
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Panji Baskhara
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved