Luhut Panjaitan: Saya Janji Tidak akan Menjadikan Indonesia Sebagai Benteng Kredit

Tampak kesal, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan utang pemerintah digunakan untuk pembiayaan yang produktif.

Luhut Panjaitan: Saya Janji Tidak akan Menjadikan Indonesia Sebagai Benteng Kredit
TRIBUNNEWS/SENO TRI SULISTIYONO
Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/11/2018). 

Menko Luhut Panjaitan kesal soal tudingan utang pemerintah yang makin membengkan. Menurutnya utang itu untuk pembiayaan yang produktif

JUMLAH utang pemerintah menjadi sorotan akhir-akhir ini.

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik utang pemerintah yang terus bertambah, hingga mengusulkan jabatan Menteri Keuangan diganti menjadi Menteri Pencetak Utang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menanggapi pernyataan tersebut.

Tampak kesal, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan utang pemerintah digunakan untuk pembiayaan yang produktif.

Jokowi Salat Jumat di Masjid Agung Al-Barkah Bekasi, Jemaah Harus Lewati Metal Detector

"Saya tidak akan mengkhianati anak buah dan komandan saya yang telah gugur di daerah operasi. Dan saya telah berjanji pada diri saya bahwa di hari tua ini, dan karena saya juga sebagai salah satu pengambil keputusan, saya akan membangun Indonesia dan tidak menjadikan Indonesia sebagai benteng kredit," kata Luhut Binsar Panjaitan dalam acara DBS Asian Insights di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

"Dan kebetulan bos saya, dan lebih kebetulan lagi anehnya itu tadi Ibu Sri Mulyani ngobrol, jadi ada orang yang bilang dia menteri utang, neneknya yang menteri utang," tegasnya.

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, pemerintah mengelola utang tersebut secara baik.

Utang tersebut, kata dia, digunakan untuk hal produktif seperti pembangunan infrastuktur.

Prabowo Sebut Menteri Pencetak Utang, Pegawai Kemenkeu: Jangan Hina dan Cederai Profesi Kami!

Ia mencontohkan proyek light rail transit atau LRT yang disebutnya bisa menghemat hingga Rp 1 triliun.

Kemudian, pembangunan kawasan ekonomi terpadu yang ada di kawasan Bekasi, Karawang, Purwakarta (BEKAPUR).

"Saat ini kita akan segera finalisasikan kawasan BEKAPUR, karena 60 persen kawasan industri kita berada di sana, dan akan dijadikan kawasan ekonomi terpadu. Di situ akan kita buat dan sekarang sedang difinalisasi dan negosiasi oleh Hyundai mobil listrik," ungkapnya.

Mantan Menkopolhukam itu menambahkan, utang Indonesia masih di batas aman, bahkan mendapat apresiasi dari internasional, di antaranya Moody's, Fitch, dan S&P.

"Ini kan refleksi ekonomi kita. Tidak mungkin mereka bisa diajak-ajak (kompromi)," cetusnya. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved