Buni Yani Dibui

Dieksekusi Kejari Depok Hari Ini, Buni Yani Siap Menyusul Ahmad Dhani Masuk Bui

Terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik Buni Yani dieksekusi Kejari Depok hari ini.

Antara
Terdakwa kasus dugaan pelanggaran UU ITE, Buni Yani mengikuti persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (3/10). Buni Yani, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama dua tahun penjara serta dikenakan denda Rp100 juta dengan subsider tiga bulan kurungan. ANTARA FOTO/Agus Bebeng/foc/17.(ANTARA FOTO/AGUS BEBENG) 

Buni Yani akan divonis pada Jumat (1/2) setelah sempat tertunda karena ada masalah teknis di pencantuman usia.

PENAHANAN terhadap terpidana kasus pelanggaran Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Buni Yani dijadwalkan akan dieksekusi Kejaksaan Negeri Depok, Jumat (1/2/2019) ini, setelah Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi Buni.

“Kami sudah terima salinan putusannya sejak lima hari lalu. Setelah salinan putusan ya berarti selanjutnya pengeksekusian," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, Kamis kemarin.

Surat pemanggilan terhadap Buni dari kejaksaan telah ditandatangani Sufarip, Selasa lalu.

Dalam surat itu dinyatakan agar Buni Yani memenuhi panggilan pada Jumat ini pukul 09.00 WIB.

Bilang Putusan Mahkamah Agung Kabur, Buni Yani Minta Penahanannya Ditunda

Kasasi Ditolak, Eksekusi Buni Yani Tinggal Tunggu Petikan Putusan Mahkamah Agung

Buni Yani: Kalou Prabowo-Sandi Enggak Menang, Nanti Saya Masuk Penjara 1,5 Tahun

Buni diminta untuk menghadap Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Depok Priatmaji D Prawiro.

Namun, Sufari tidak menyebutkan kapan tepatnya pihaknya akan mengeksekusi Buni Yani.

Ia juga tidak mau membeberkan teknis penahanan termasuk lokasi di mana Buni akan ditahan.

Kuasa hukum Buni Yani, Aldwin Rahadian menyampaikan, pihaknya mengajukan penundaan eksekusi.

Namun ia akan menerima apabila Kejaksaan Negeri Depok tetap melakukan eksekusi terhadap kliennya.

Aldwin menyatakan putusan Mahkamah Agung (MA) terkait permohonan kasasinya kabur. 

"Karena itu kami mohon ada penundaan eksekusi," kata Aldwin saat konferensi pers di Jalan Haji Saabun, Jatipadang, Jakarta Selatan, Rabu malam.

Aldwin menilai, putusan kasasi MA hanya menyebut dua poin yaitu menolak kasasi jaksa dan kuasa hukum, dan membebankan biaya perkara Rp 2.500 kepada terdakwa.

Tidak disebutkan bahwa putusan kasasi memperkuat putusan Pengadilan Tinggi sebelumnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved