Breaking News:

Buni Yani Hampir Nangis Terharu Saat Dapat Dukungan Umat

Kami di sini untuk meminta arahan, saya dari tadi menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiyai Rosid.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Dukungan yang disampaikan kepada Buni Yani membuat dia terharu. 

Terdakwa pengedit video Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Buni Yani hampi menangis saat menceritakan kasus hukumnya kepada para umat di Masjid Al Barkah, Jalan Al Barkah, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (1/2/2018).

Bukan karena ia direncanakan bakal ditahan karena dinyatakan bersalah melanggar Pasal 32 ayat 1 UU ITE, namun tangisannya itu lantaran dukungan yang diberikan kepada Pimpinan Pondok Pesantren Al Barkah, KH Abdul Rosid Syafi'i.

"Ini saya nangis bukan karena saya takut dipenjara, tapi karena saya sangat berbahagia diterima beliau. Kami di sini untuk meminta arahan, saya dari tadi menangis karena sangat berbahagia karena bisa diterima oleh Kiyai Rosid, guru kita semua," kata Buni Yani di lokasi.

Buni menceritakan bahwa ia dan keluarganya menderita selama dua setengah tahun atas kasus yang menjeratnya sejak 6 Oktober 2016, mulai dari rekomendasi untuk mengundurkan diri sebagai dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta, hingga penghentian penelitian doktoralnya.

"Setelah saya dilaporkan besoknya ada teror di kampus tempat saya mengajar, lalu saya oleh manager diminta untuk mengundurkan diri. Jadi satu hari setelah saya dilaporkan ini masuk TV menjadi isu nasional lalu kemudian karir saya sudah habis," ujarnya.

"Tidak berjarak setelah itu pada bulan November itu penelitian doktoral saya di Universitas Leiden Belanda dihentikan. Jadi sudah dua. Satu tempat saya mengajar saya diminta mengundurkan diri, yang kedua kata pembimbing saya, profesor saya di Universitas Leiden Belanda karena anda terlaku ikut ijutan urus yang begini-gian ini jadi salah satu yang menjadi alasan kata dia," sambungnya.

Ia pun mengaku anak-anaknya jadi korban perundungan.

Selain itu, ia harus menghentikan mimpi untuk menyekolahkan anaknya di universitas terbaik pilihannya lantaran tak memiliki pendapatan selama dua setengah tahun.

Meskipun demikian, ia mengaku ikhlas atas kejadian ini.

Menurutnya, kejadian ini adalah jalan dari yang maha kuasa.

"Tapi saya tidak sedih, karena saya sudah ikhlas karena ini sudah dua setengah tahun sudah ikhlas seikhlas ikhlasnya mungkin Allah tidak rido saya ada di sana. Jadi mungkin Allah mencarikan tempat yang lebih baik dari yang sebelumnya Allah sudah ambil," katanya.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved