Tersingkap Dokumen yang Disita Satgas Antimafia Bola Dari Dua Kantor PSSI yang Digeledah

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Istimewa/satgas antimafia bola
Untuk mencari barang bukti berupa dokumen skandal pengaturan skor di sejumlah pertandingan liga Indonesia, Satgas Antimafia Bola menggeledah dua kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (30/1/2019). 

Satgas Antimafia Bola menggeledah dua kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Jalan Kemang V, Kemang, Jakarta Selatan dan di di lantai 14 tower FX Sudirman, Rabu (30/1/2019) kemarin.

Penggeledahan dilakukan untuk mencari barang bukti berupa dokumen dan lainnya terkait skandal pengaturan skor pertandingan liga Indonesia.

Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono mengatakan dari Kantor PSSI di Kemang dan di FX Sudirman pihaknya mengamankan sejumlah dokumen baik dalam bentuk surat dan berkas ataupun digital.

"Dokumen yang disita dokumen dari tahun 2017 sampai 2018, baik tentang Liga 3, Liga 2 dan 1. Juga dokumen wasit dan asisten di semua liga itu," katanya di Mapolda Metro Jaya, Kamis (31/1/2019).

Semua dokumen kata Argo diduga terkait pengaturan skor pertandingan bola di semua liga di Indonesia.

"Semua dokumen yang ada kini sedang didalami penyidik seperti apa kaitannya," kata Argo.

Ia mengatakan, pengeledahan di semua ruangan di dua kantor PSSI itu disaksikan oleh para staf PSSI serta petugas keamanan kantor.

"Para staf dari PSSI sendiri melihat dan menyaksikan penggeledahan yang dilakukan penyidik. Juga sekuriti kantor. Untuk kantor di Kemang, kami juga melibatkan Ketua RT setempat, untuk menyaksikan. Jadi semuanya koperatif dan lancar," kata Argo yang juga menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya.

Ia menjelaskan untuk penggeledahan di Kemang, dipimpin oleh Wadirkrimum Polda Metro Jaya dengan tim penyidik Satgas Antimafia Bola. "Yang di FX lantai 14, penggeledahan dipimpin oleh Dirkrimum Polda Metro Jaya dengan tim penyidik," kata Argo.

"Yang pasti dokumen yang disita dilihat apakah mendukung pernyataan saksi atau pelapor atau tersangka. Penggeledahan ini kita lakukan karena memang membutuhkan tambahan alat bukti dari kasus pengaturan skor. Apakah ada surat atau dokumen yang nanti akan mendukung di sana, sehingga kita lakukan penggeledahan itu," papar Argo.

Argo memastikan saat penyidik melakukan penggeledahan pihaknya lebih dulu menyampaikan surat administrasi berupa surat penggeledahan dari pengadilan negeri.

Sehingga penggeledahan kata dia bisa dilakukam di seluruh ruangan di dua kantor itu termasuk ruang Plt Ketua PSSI Joko Driyono serta ruang kerja petinggi PSSI lainnya.
"Jadi kita lakukan pemeriksaan di semua ruang di dua kantor itu, tanpa terkecuali," kata dia.

Seperti diketahui dalam kasus skandal pengaturan skor oleh mafia bola ini, Satgas Antimafia Bola sudah menetapkan 11 orang tersangka.

Yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto, seorang wasit pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan PSS Pasuruan bernama Nurul Safarid, pegiat sepakbola Indonesia, Vigit Waluyo, staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI berinsial ML.

Selain itu empat lainnya adalah CH, DS, P dan MR yang kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Belum ada penjelasan penyidik, terkait empat nama terakhir.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ancaman hukuman dari pasal yang dikenakan bisa lebih dari 5 tahun penjara.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved