Tersingkap Dokumen yang Disita Satgas Antimafia Bola Dari Dua Kantor PSSI yang Digeledah

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan.

Istimewa/satgas antimafia bola
Untuk mencari barang bukti berupa dokumen skandal pengaturan skor di sejumlah pertandingan liga Indonesia, Satgas Antimafia Bola menggeledah dua kantor Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), Rabu (30/1/2019). 

Argo memastikan saat penyidik melakukan penggeledahan pihaknya lebih dulu menyampaikan surat administrasi berupa surat penggeledahan dari pengadilan negeri.

Sehingga penggeledahan kata dia bisa dilakukam di seluruh ruangan di dua kantor itu termasuk ruang Plt Ketua PSSI Joko Driyono serta ruang kerja petinggi PSSI lainnya.
"Jadi kita lakukan pemeriksaan di semua ruang di dua kantor itu, tanpa terkecuali," kata dia.

Seperti diketahui dalam kasus skandal pengaturan skor oleh mafia bola ini, Satgas Antimafia Bola sudah menetapkan 11 orang tersangka.

Yakni anggota Komisi Disiplin PSSI Dwi Riyanto alias Mbah Putih, Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Johar Ling Eng, mantan wasit futsal Anik Yuni Artika dan ayahnya yang merupakan mantan anggota Komisi Wasit PSSI Priyanto, seorang wasit pertandingan antara Persibara Banjarnegara melawan PSS Pasuruan bernama Nurul Safarid, pegiat sepakbola Indonesia, Vigit Waluyo, staf Direktur Penugasan Wasit di PSSI berinsial ML.

Selain itu empat lainnya adalah CH, DS, P dan MR yang kini masih buron dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Belum ada penjelasan penyidik, terkait empat nama terakhir.

Para tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penggelapan dan atau UU No 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, 4, 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Ancaman hukuman dari pasal yang dikenakan bisa lebih dari 5 tahun penjara.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved