Sri Mulyani Tegaskan Jokowi Bangun Infrasruktur Bukan karena Hobi

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pembangunan infrastruktur itu dilakukan guna meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Sri Mulyani Tegaskan Jokowi Bangun Infrasruktur Bukan karena Hobi
Warta Kota/Henry Lopulalan
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pengarahan dalam pembukaan Mandiri Investment Forum (MIF) 2019 di Jakarta, Rabu, (30/1/2019). Kegiatan bertema "Invest Now” yang diikuti lebih dari 600 investor dan sekitar 200 nasabah korporasi tersebut fokus pada solusi strategis dalam menavigasi bisnis, serta mendorong kemampuan SDM dalam bidang teknologi informasi guna antisipasi perkembangan kebutuhan industri mendatang. 

SELAMA empat tahun pemerintahannya, Presiden Joko Widodo gencar membangun infrastruktur, mulai dari pembangunan jalan tol, jembatan, pembangkit listrik, hingga bandar udara.

Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, pembangunan infrastruktur itu dilakukan guna meningkatkan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

"Presiden Jokowi bangun infrasruktur bukan karena hobi, tapi agar pembangunan tumbuh merata, jangan kita too concentrated di Jawa," kata Sri Mulyani dalam acara DBS Asian Insights Conference di Grand Ballroom Hotel Mulia Senayan, Kamis (31/1/2019). Acara tersebut turut dihadiri Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

TKN Jokowi-Maruf Amin Belum Berminat Ajak Ahok Gabung

"Apa di Sumatera zaman Pak Luhut masih kecil tidak boleh seberkembang Jawa? Meski Pak Luhut tidak tinggal di sana sih, tapi namanya Panjaitan. Apa mereka enggak boleh dapat quality of water, coal dan lainnya hanya karena di luar Jawa?" sambungnya.

Sri Mulyani menjelaskan, saat ini segmen prekonomian wilayah Sumatera, Kalimantan, hingga Papua masih belum beragam. Beberapa wilayah tersebut, menurutnya, masih mengandalkan komoditas tertentu, seperti kelapa sawit dan batu bara.

Ia mengatakan, pemerintah ingin mendorong sektor lainnya agar perekonomian tidak bergantung pada harga komoditas global.

Namanya Masuk Daftar Pemikir Terbaik Dunia, Susi Pudjiastuti: Berarti Aku Dianggap Pintar Dong

"Misal Jawa paling diversed bisa tumbuh di atas 5 persen, Sulawesi juga, namun Sumatera, Kalimantan papua less diversed, jadi less vulnerable terhadap komoditi price," jelasnya.

"Makanya pemerintah mau dorong sektor lainnya. Dengan pemerataan lebih baik, ekonomi Indonesia lebih resilience (berdaya tahan), tidak tergantung certain comodity atau certain region," imbuhnya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, pembiayaan dilakukan untuk investasi terhadap pembangunan infrastruktur, IT, dan manusia untuk jangka panjang.

Kalapas Cipinang: Baru Kali Ini Saya Ketemu Napi Tidak Ambil Hak Bebas Bersyarat Atau Cuti

Ia mengatakan, sebagai alat, APBN perlu dijaga kesehatan dan kemandiriannya. Defisit dan surplus yang ada di APBN, lanjutnya, harus dilihat dari bagaimana digunakan untuk mengelola ekonomi, bukan pada tujuannya.

"Karena rakyat, terutama generasi muda, tak bisa menunggu. Kita tidak bisa katakan nanti kalau Indonesia kaya baru kita kasih beasiswa, ya kelewatan. Kita harus mampu pada saat yang sulit lakukan strategic spending," paparnya.

"Kita juga lakukan ini (pembiayaan) menjaga kehati-hatian, misal fiskal countercyclical bukan berarti ada defisit extravaganza sehingga APBN collapse, harus dijaga kesehatan dan kemandiriannya," bebernya.

Gisella Anastasia Doakan Ahok Bisa Bangkit Lagi Setelah Bebas dari Penjara

Pada 2019, pembangunan infrastruktur masih mendapat porsi besar pada APBN. Pendanaan untuk mitigasi bencana alam, pendidikan, dan kesehatan, juga dialokasikan hingga Rp 500 triliun.

"Ini core program dijaga, bagaimana keadaan ekonomi yang harus kita hadapi meski tertera ombak, badai tidak pasti (dari ekonomi global), ini harus jadi prioritas pembiayaan," terangnya. (Ria Anatasia)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved