Pemilu 2019

Setelah Indonesia Barokah Kini Muncul Tabloid Pembawa Pesan, Dikirim Bareng Bahan Kampanye

Paket pengiriman berisi Tabloid Pembawa Pesan itu langsung menyasar rumah-rumah warga di kawasan Jakarta Selatan.

Setelah Indonesia Barokah Kini Muncul Tabloid Pembawa Pesan, Dikirim Bareng Bahan Kampanye
TRIBUNNEWS/DANANG TRIATMOJO
Tabloid Pembawa Pesan 

BELUM reda kehebohan Tabloid Indonesia Barokah, kini muncul Tabloid Pembawa Pesan yang mayoritas tulisannya bernada positif untuk calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo.

Komisioner Bawaslu Kota Jakarta Selatan Divisi Hukum, Data, dan Informasi Ardhana Ulfa Azis menjelaskan kronologinya.

Dia mengatakan, tabloid tersebut pertama kali beredar di dua kelurahan, yaitu Cipedak dan Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, dalam satu paket kiriman yang belum diketahui jumlah tabloidnya.

PDIP Sarankan Ahok Istirahat Sejenak dari Dunia Politik Setelah Bebas

Di dalam paket tabloid yang dikirim lewat pos dan kurir relawan itu, juga ditemukan bahan-bahan kampanye meliputi stiker paslon nomor urut 01, pulpen, dan buku panduan mencoblos.

Namun, dalam buku panduan mencoblos tersebut, lanjut Ardhana, seperti mengarahkan para pembacanya untuk mencoblos ke nomor urut 01 milik paslon Jokowi-Maruf Amin dan calon legislatif naungannya.

Selan itu, buku panduan tersebut juga memandu para pembaca untuk mencoblos salah satu caleg PDI Perjuangan Dapil DPRD DKI Jakarta VIII dengan nomor urut 11 bernama Findri Puspitasari.

Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta yang Baru akan Dibuka pada 1 Maret 2019

Paket pengiriman berisi Tabloid Pembawa Pesan itu langsung menyasar rumah-rumah warga di kawasan Jakarta Selatan.

"Satu paket itu dikirimkan ada yang lewat pos, ada yang lewat kurir relawan. Nah, di dalam paket itu isinya ada bahan-bahan kampanye seperti stiker paslon 1, kemudian pulpen, panduan mencoblos yang tepat. Panduan coblosnya juga ngarahnya ke paslon 01 dan caleg. Kalau calegnya di sini PDIP nomor 3 Dapil VIII nomor urut 11 DPRD DKI ya, namanya Findri Puspitasari," tutur Ardhana saat dihubungi, Rabu (30/1/2019).

Ardhana menyebut caleg PDIP bernama Findri Puspitasari itu yang kemudian mengirimkan paket berisi Tabloid Pembawa Pesan tersebut.

Jadi Janda, Gisella Anastasia Sedih tapi Lega

"Caleg ini yang kemudian mengirimkan paket itu bersamaan dengan di dalamnya ada tabloid itu Pembawa Pesan," terangnya.

Bicara soal kontennya, Bawaslu Jakarta Selatan masih belum bisa menyimpulkan lantaran masih dalam tahap pengkajian.

Mereka menduga ada beberapa pelanggaran yang ditabrak lewat penyebaran tabloid tersebut. Pertama, tidak ada pemberitahuan kampanye secara tertulis lantaran ditemukan bahan kampanye di dalam paketnya.

Fahri Hamzah Bilang Ada Partai Baru Kuasai Pemasangan Baliho di Jalan-jalan Utama di Daerah

Kedua, Bawaslu masih mengkaji apakah Tabloid Pembawa Pesan itu memuat konten kampanye negatif atau tidak. Ketiga, karena bentuknya adalah media cetak, Bawaslu akan menelusuri unsur pelanggaran iklan media massa di luar jadwal yang telah ditetapkan.

Sebab, sebagaimana diatur dalam Lampiran PKPU Nomor 32 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 7 Tahun 2017 tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Tahun 2019, jadwal iklan kampanye di media massa cetak, media massa elektronik, internet, serta rapat umum, baru boleh dilaksanakan pada tanggal 24 Maret hingga 13 April 2019

"Karena kan kalau iklan di media cetak itu di sekitar tanggal 24 Maret," cetus Ardhana. (Danang Triatmojo)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved