Kasus Ratna Sarumpaet

Ratna Sarumpaet Diserahkan ke Kejaksaan, Atiqah Hasiholan Mendampingi

KASUS penyebaran berita bohong alias hoaks tentang penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet memasuki babak baru.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Tersangka kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoaks, Ratna Sarumpaet, hendak menjalani pemeriksaan kejiwaan di Bidang Kedokteran Kesehatan (Biddokes) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/10/2018). 

KASUS penyebaran berita bohong alias hoaks tentang penganiayaan aktivis Ratna Sarumpaet memasuki babak baru.

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan pelimpahan tahap dua kasus ini ke pihak Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Penyidik melimpahkan Ratna Sarumpaet beserta barang bukti.

Ratna Sarumpaet keluar dari Ruang Tahanan Polda Metro Jaya sekira pukul 11.00 WIB. Dirinya tampak mengenakan kerudung merah muda dibalut rompi tahanan.

Abu Bakar Baasyir Minta Remisi Besar Saat Idul Fitri Daripada Bebas Tanpa Syarat

Ratna Sarumpaet langsung masuk ke mobil tahanan didampingi anaknya, Atiqah Hasiholan. Keduanya tidak menjawab pertanyaan pewarta yang menunggu.

"Hari ini kami akan menyerahkan tersangka dan barang bukti sebagai tanggung jawab penyidik setelah P21," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, di Mainhall Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Sebelumnya, berkas perkara kasus dugaan penyebaran berita bohong alias hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet, telah dinyatakan lengkap atau P21.

Dewi Perssik: Sampai Kapanpun Aku Tetap Sayang Sama Pak Ahok, Kangen

Polisi menetapkan Ratna Sarumpaet sebagai tersangka menyebarkan berita bohong alias hoaks soal penganiayaan.

Dirinya ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/10/2018) malam. Dia diciduk sebelum naik pesawat meninggalkan Indonesia.

Ratna Sarumpaet disangkakan Pasal 14 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-undang ITE terkait penyebaran hoaks penganiayaan.

Atas kasus tersebut, Ratna Sarumpaet terancam 10 tahun penjara. Ratna Sarumpaet juga terancam pasal 14 UU Nomor 1 tahun 1946. Pasal ini menyangkut kebohongan Ratna Sarumpaet yang menciptakan keonaran. (Fahdi Fahlevi)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved