Pemuda Cengkareng yang Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas Ternyata Pecandu Sabu

Kata Khoiri, tersangka sudah mengunakan sabu selama sekitar enam bulan. Ia mengaku menyesal menghabisi nyawa ayah kandungnya.

Pemuda Cengkareng yang Bacok Ayah Kandungnya Hingga Tewas Ternyata Pecandu Sabu
WARTA KOTA/JOKO SUPRIYANTO
Priyadi (24), tersangka pembacok ayah kandungnya hingga tewas di Cengkareng, Jakarta Barat. 

PRIYADI (24), pemuda yang membacok ayah kandungnya hingga tewas di Cengkareng, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu, ternyata positif mengunakan narkotika jenis sabu.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Cengkareng Kompol H Khoiri, setelah melakukan pemeriksaan mendalam terhadap tersangka.

"Jadi setelah kami lakukan pemeriksaan ternyata yang bersangkutan positif narkoba jenis sabu," kata Kompol H Khoiri, Kamis (31/1/2019).

Meski Tak Dikunjungi, Lima Polisi Jaga Rumah Ahok di Pantai Mutiara Sampai Sore

Kata Khoiri, tersangka sudah mengunakan sabu selama sekitar enam bulan. Ia mengaku menyesal menghabisi nyawa ayah kandungnya, Abdurahman (60), setelah terlibat percekcokan di kediamannya, Jalan Kapuk Sawah Cengkareng, Selasa (29/1/2019) sore.

"Memang pelaku ini sudah enam bulan mengonsumsi sabu, dan faktor yang bersangkutan membunuh ayahnya ini karena pengaruh narkotika dan minum-minuman keras," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Priyadi tega membacok ayah kandungnya hingga tewas lantaran malu ditegur ketika sedang pesta miras bersama rekannya di Jalan Kapuk Sawah, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (29/1/2019) sore.

Ahok Bebas, Anies Baswedan: Selamat Berkumpul Kembali dengan Keluarga

Korban yang tak lain ayah kandunganya sendiri, Abdurachman (60), tewas saat dibawa ke rumah sakit saat mengalami luka bacok di bagian leher.

Kapolsek Cengkareng Polres Metro Jakarta Barat Kompol H Khoiri mengatakan, peristiwa tersebut terjadi ketika tersangka bersama rekannya asyik minum minuman keras jenis anggur di sebuah pos RT 11/12 Kapuk Sawah.

"Masalahnya hanya sepele, pelaku ini tidak terima ditegur bapaknya. Jadi saat itu pelaku tengah ikut rekannya, membantu rekannya, Udin, melakukan servis TV milik seorang warga di sebuah pos RT sambil minum minuman keras," ungkap Kompol Khoiri, Rabu (30/1/2019).

Punya Banyak Pengikut, Ganjar Pranowo Berharap Ahok Dukung Jokowi-Maruf Amin

Saat tengah asyik pesta miras sekaligus membantu rekannya menyervis TV, korban melintas di lokasi, lalu menegur anaknya yang tengah pesta miras, an memintanya segera pulang ke rumah. Karena merasa malu, tersangka akhirnya pulang ke rumah.

Dengan perasaan kesal, tersangka langsung menghampiri orang tuanya yang tengah berada di dapur, hingga terlibat percekcokan karena tidak terima ditegur ayah kandungnya.

"Pelaku yang tak terima ditegur korban, lalu mencari korban yang sedang berada di dapur.
Di sana sempat ribut, bahkan korban sempat berucap 'Kok Bapak belain orang lain bukan belain anak sendiri?' (meniru ucapan pelaku). Lalu dijawab oleh korban dengan mengatakan 'Sama aja kalian berdua juga'," bebernya.

Orang Tua di Tangerang Suruh Anak Mengemis dan Mengamen, Diantar Jemput Pakai Yamaha NMAX

Karena kesal ditambah pengaruh minuman keras, tersangka naik pitam, lalu mengambil senjata tajam jenis celurit yang berada di dapur, lantas mengayunkan celurit satu kali ke arah korban, hingga mengenai pangkal leher korban sebelah kiri.

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong, karena memang darah yang keluar terlalu banyak," jelasnya. (*)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved