News

Pedagang Pasar Ikan Muara Baru Belum Tahu Kapan Pindah ke Tempat Baru

Seorang pedagang lainnya, Jamaludin (41) mengaku lebih memilih untuk berdagang di pasar ikan yang lama ketimbang di tempat baru.

Pedagang Pasar Ikan Muara Baru Belum Tahu Kapan Pindah ke Tempat Baru
Warta Kota/Junianto Hamonangan
Pembangunan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, telah rampung 100 persen. Pasar Ikan Modern Muara Baru yang berdiri tiga lantai dengan luas 9.856 meter persegi itu diklaim memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti IPAL, cold storage, bongkar muat hingga kuliner. 

PENJARINGAN, WARTA KOTA. Pasar Ikan Modern Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara telah rampung proses pembangunannya. Hanya saja para pedagang yang masih eksis di tempat lama belum tahu kapan pindah ke lokasi baru.

Pembangunan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, telah rampung 100 persen. Pasar Ikan Modern Muara Baru yang berdiri tiga lantai dengan luas 9.856 meter persegi itu diklaim memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti IPAL, cold storage, bongkar muat hingga kuliner.
Pembangunan Pasar Ikan Modern Muara Baru, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, telah rampung 100 persen. Pasar Ikan Modern Muara Baru yang berdiri tiga lantai dengan luas 9.856 meter persegi itu diklaim memiliki sejumlah fasilitas pendukung seperti IPAL, cold storage, bongkar muat hingga kuliner. (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Seorang pedagang, Supetno (35) mengatakan para pedagang hingga saat ini belum mendapat informasi terkait waktu kepindahan mereka. Namun mereka sudah tahu akan dipindahkan ke tempat baru dalam waktu dekat.

“Sudah ada informasi kalau mau pindah, cuma harinya belum jelas. Katanya habis Lebaran, tap ada juga yang bilang habis Pemilu, pokoknya masih simpang siur,” katanya, Kamis (31/1).

Seorang pedagang lainnya, Jamaludin (41) mengaku lebih memilih untuk berdagang di pasar ikan yang lama ketimbang di tempat baru. Jamaludin memiliki kekhawatiran ketika nantinya harus pindah ke tempat baru.

“Lebih baik di sini karena kita sama pembeli sudah biasa aja gitu. Takutnya, kalau sudah di sebelah beda lagi aturannya, takutnya lebih ketat, jadi harus penyesuaian lagi,” jngkapnya.

Corporate Secretary Perikanan Indonesia (Perindo) Agung Pamujo mengaku belum mengetahui kapan kepindahan para pedagang karena masih menunggu ketetapan Kementerian Kelautan dan Perikanan terkait penunjukan Perindo sebagai pengelola.

“Sekarang tinggal menunggu finalisasi dari pemerintah dalam hal ini KKP untuk menetapkan secara resmi Perum Perindo sebagai pengelolanya yang diwujudkan dalam dokumen kerja sama,” katanya.

Selain itu jumlah kios yang ada nantinya dipastikan cukup menampung para pedagang di tempat yang lama. Pasalnya di antara pedagang ada yang memiliki lebih dsri satu kios.

“Ini didesain untuk memindahkan dari yang lama ke yang baru, jadi mereka tidak mungkin nggak dapat tempat. Total ada 995 kios di tempat yang baru dan itu sama dengan di tempat yang lama,” katanya.

Namun demikian di antara 995 kios di tempat yang baru, ada beberapa yang ukurannya berbeda dibandingkan standar. Sementara untuk proses transaksi rencananya akan menggunakan sistem cashless atau non tunai.

“892 lapak basah karena kena tangga nggak bisa dipake, dipake juga nggak nyaman. Konsepnya cashless, biar lebih aman dan mudah karena tiap kios bisa Rp 3-5 juta per hari,” ujarnya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved