Ketua DPR Usul Motor Boleh Masuk Jalan Tol, Anies Baswedan Ogah Komentar

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan, bisa saja jalan tol dilalui oleh sepeda motor.

Ketua DPR Usul Motor Boleh Masuk Jalan Tol, Anies Baswedan Ogah Komentar
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan antre panjang di Jalan toll JORR Kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2019). Kemacetan di Jakarta, merupakan pemandangan sehari-hari dan paling parah pada jam-jam sibuk seperti jam pulang kantor. 

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi usulan Ketua DPR Bambang Soesatyo, terkait wacana sepeda motor diizinkan masuk jalan bebas hambatan (tol).

Anies Baswedan mengatakan hal tersebut bukanlah otoritas Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

"Jakarta ini enggak ngurusin dalam tol, kita enggak punya otoritas, jadi enggak komentar dulu soal itu. Karena kita enggak punya wewenang juga dalam tol itu," ujar Anies Baswedan di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (31/1/2019).

Ini Kriteria Pemain yang Ingin Direkrut Simon McMenemy Masuk Timnas Indonesia

Padahal, beberapa ruas jalan di Jakarta terhubung dengan beberapa tol, misalnya tol lingkar dalam dan lingkar luar.

Sebelumnya, sudah ada Peraturan Pemerintah (PP) No 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol. Pasal 38 ayat (1) menyebutkan jalan tol diperuntukkan bagi kendaraan roda empat atau lebih.

Namun ketika dibangun jembatan Suramadu dan jalan tol di Bali (Bali Mandara) yang dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, peraturan tersebut diubah menjadi PP No 44 Tahun 2009.

Pelajar dan Warga Bekasi Menunggu Sejak Pukul 10.30 WIB, Hingga Pukul 11.30 Jokowi Tak Kunjung Tiba

Dalam pasal 38 ayat (1a) dijelaskan, Pada jalan tol dapat dilengkapi dengan jalur jalan tol khusus bagi kendaraan bermotor roda dua yang secara fisik terpisah dari jalur jalan tol yang diperuntukkan bagi kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Namun, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menjelaskan, bisa saja jalan tol dilalui oleh sepeda motor. Tetapi, hanya jalan tol yang spesifikasinya sama dengan jembatan Suramadu dan jalan tol di Bali.

Sedangkan untuk jalan tol di daerah perkotaan, harus melalui pertimbangan dan kajian terlebih dahulu, sebab dikhawatirkan justru menambah parah kemacetan di Ibu Kota.

“Kita lihat kondisi jalan nasional di Indonesia dengan mix traffic saja sudah banyak hambatan, kalau tol dibuka untuk sepeda motor, maka kemacetan akan semakin parah dan tidak ada jalur lain untuk perjalanan jarak jauh seperti Jakarta-Cirebon. Jadi, tidak memungkin sepeda motor berada di jalan tol jarak jauh. Kalau pun dibuat, harus ada jalan tol khusus,” papar Budi, Rabu (30/1/2019). (*)

Penulis: Anggie Lianda Putri
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved