Wali Kota Depok Janji Lunasi SPP Pelajar yang Dihukum Push Up Karena Tunggakan

Menurut pihak sekolah, sudah lebih dari 10 bulan orangtua GNS belum melunasi SPP. Gara-gara itu, GNS dihukum push-up beberapa kali

Wali Kota Depok Janji Lunasi SPP Pelajar yang Dihukum Push Up Karena Tunggakan
Kompas.com
Sekertaris Daerah Depok, Hardiono saat kunjungan ke rumah GNS, di kampung Sidomukti, Sukmajaya, Depok,Selasa (29/1/2019).(KOMPAS.COM/CYNTHIA LOVA) 

Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad, siap melunasi tunggakan iuran Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) GNS (10), siswi kelas IV SDIT Bina Mujtama di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kota Depok, Hardiono, saat berkunjung ke rumah keluarga GNS di kawasan Kampung Sidamukti, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong, Depok, kemarin.

Menurut pihak sekolah, sudah lebih dari 10 bulan orangtua GNS belum melunasi SPP. Gara-gara itu, GNS dihukum push-up beberapa kali hingga perutnya sakit.

"Pemerintah Kota Depok siap melunasi tunggakan SPP siswi GNS. Pak Wali Kota sendiri yang menyampaikan itu, langsung dari Arab Saudi," ujar Hardiono, merujuk pada Wali Kota yang tengah menunaikan ibadah umrah.

Kasus hukuman push-up ini viral di media sosial dan menyedot perhatian khalayak luas. Bahkan, polisi hingga Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) sampai turun tangan. GNS mengaku dihukum push-up 100 kali, namun pihak sekolah menyebut hanya 10 kali.

Akibat hukuman itu, anak keempat dari lima bersaudara itu jadi trauma dan tidak mau lagi pergi ke sekolah. Sudah lebih dari sepekan sejak kejadian itu GNS hanya berdiam diri di rumah. Bahkan, ketemu orang banyak pun dia ketakutan. Karena trauma itu pula, sang ayah, Dayat (47), berencana memindahkan putrinya itu ke sekolah lain.

Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, mendengar apa yang dirasakan GNS, yang merupakan warganya, meski bersekolah di Kabupaten Bogor. Dia pun menawarkan agar GNS bersekolah di wilayah Kota Depok saja.

Selain demi menghilangkan trauma, pindah sekolah juga ditawarkan supaya GNS tidak terlalu capek pergi-pulang sekolah. Apalagi, jarak antara rumah dan sekolahnya lebih dari 12 kilometer. Pemkot siap menampung gadis malang itu di SD negeri.

"Kami menyarankan ke orangtua murid agar anak itu dipindahkan ke sekolah di Depok setelah tunggakan SPP dilunasi. Agar tidak terlalu jauh bersekolah dari tempat tinggalnya," bilang Pradi.

Kepala SDIT Bina Mutjama, Mochammad Romadhon Budi Setiawan, sebelumnya mengatakan bahwa hukuman push-up terhadap GNS sebagai shock therapy saja karena orangtuanya menunggak SPP selama lebih 10 bulan. Namun, menurutnya GNS hanya push-up 10 kali, bukan 100 kali seperti yang diberitakan. (gps)

Penulis: Gopis Simatupang
Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved