Sepeda Motor Masuk Tol, Pemerintah Main Mata dengan Industri Sepeda Motor?

Pemerintah dituding main mata dengan industri terkait wacana memperbolehkan sepeda motor masuk jalan tol.

Sepeda Motor Masuk Tol, Pemerintah Main Mata dengan Industri Sepeda Motor?
tribunnews
Tulus Abadi, Ketua YLKI. 

WACANA pemerintah yang bakal mengijinkan pengendara sepeda motor melintasi jalan tol dinilai Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi sangat tidak wajar.

YLKI mencurigai wacana tersebut atas hasil lobi industri sepeda motor kepada DPR dan pemerintah.

Bukan hanya mendorong tingginya jumlah pengendara sepeda motor, wacana tersebut muncul berbarengan dengan terbitnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 35/POJK.05/2018 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan.

Peraturan tersebut mengatur tentang uang muka nol persen untuk kredit kendaraan bermotor. 

Aaliyah Massaid Sibuk Urusi Single Perdana, Judulnya Masih Rahasia

YLKI: Wacana Motor Masuk Tol Itu Menggelikan

Mulai dari sepeda motor roda dua dan roda tiga, kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan investasi, dan untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih yang digunakan untuk pembiayaan multiguna.

"Wacana tersebut bisa juga atas lobby aplikator ojek online. Apalagi ojek online kini semakin mendapatkan angin dari pemerintah," jelas tulus.

Belum lagi wacana tersebut menurutnya sangat kontra produktif, khususnya terhadap aspek keamanan pengendara yang senyatanya merupakan hal utama dalam bertransportasi.

"Mengizinkan sepeda motor masuk ke jalan tol, apa pun formulasi di lapangan, adalah sama saja menyorongkan nyawa pengguna sepeda motor. Artinya pemerintah dan Ketua DPR tidak paham soal aspek safety (keamanan) di jalan raya," jelas Tulus.

"Oleh karena itu wacana tersebut tidak layak dilanjutkan, apalagi diwujudkan. Janganlah Ketua DPR dan pemerintah mewacanakan sesuatu yang irasional, bahkan sesat pikir. Stop wacana sepeda motor masuk jalan tol!," tegasnya.

Memberikan kemudahan

Halaman
123
Penulis: Dwi Rizki
Editor: Max Agung Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved