Rocky Gerung Diperiksa Polisi Terkait Pernyataan Kitab Suci Adalah Fiksi

Akademisi Rocky Gerung diperiksa polisi terkait pernyataannya bahwa Kitab Suci adalah fiksi yang dinilai menistakan agama.

Rocky Gerung Diperiksa Polisi Terkait Pernyataan Kitab Suci Adalah Fiksi
photocollage/wartakotalive.com/tribunnews.com
Rocky Gerung diperiksa polisi pada Kamis (31/1/2019) terkait ucapannya di acara ILC Tv One. 

Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya telah melayangkan surat panggilan terhadap akademisi sekaligus aktivis Rocky Gerung, untuk dimintai keterangan sehubungan dugaan tindak pidana penistaan agama.

Rocky diminta hadir di ruang penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kamis (31/1/2019) besok.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan pemanggilan Rocky sebagai upaya klarifikasi penyidik, atas pernyataan Rocky yang menyebut bahwa kitab suci adalah fiksi.

Pernyataan itu diungkapkan Rocky dalam acara Indonesia Lawyer Club (ILC) di TV One pada 10 April 2018 lalu.

Karena pernyataan itulah Rocky dilaporkan ke Bareskrim atas tuduhan penistaan agama oleh Jack Boyd Lapian, 16 April 2018 lalu.

"Pemanggilan yang bersangkutan untuk klarifikasi atas laporan yang masuk," kata Argo.

Dalam surat panggilan yang dilayangkan penyidik kata Argo Rocky juga dimohon membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan pembelaannya atas tuduhan tindak pidana yang dilakukannya.

Menurut Argo pemanggilan Rocky dilakukan setelah laporan Jack ke Bareskrim terkait pernyataan Rocky itu, telah dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan Jack tercatat dalam LP/512/IV/2018/Bareskrim tertanggal 16 April 2018. Dalam laporannya Rocky disangkakan melanggar Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama.

Selain laporan Jack, Rocky juga dilaporkan atas tuduhan yang sama oleh Permadi Aria alias Abu Janda pada 11 April 2018 ke Polda Metro Jaya.

Laporan Abu Janda tertuang dengan nomor polisi TBL/2001/IV/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus tertanggal 11 April 2018.

Sebelumnya, dalam acara talkshow ILC di TV One, Rocky Gerung mengatakan bahwa kitab suci adalah hal yang fiksi. Namun fiksi kata dia berbeda dengan fiktif.

Menurut Rocky Gerung saat itu kata fiksi belakangan menjadi hal yang buruk. Sebab fiksi katanya disamakan dengan fiktif atau hal tidak nyata.

Padahal fiksi kata Rocky berbeda dengan fiktif. Fiksi katanya mengaktifkan imajinasi.

"Kalau saya pakai definisi bahwa fiksi itu mengaktifkan imajinasi, kitab suci itu adalah fiksi. Karena belum selesai, belum tiba itu," kata Rocky dalam acara ILC di TV One, April 2018 lalu.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved