Kasus Ratna Sarumpaet

Berkas Lengkap, Polisi Limpahkan Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Kamis Besok

Sebelumnya berkas kasus Ratna ini sempat dikembalikan kejaksaan ke penyidik karena dinyatakan belum lengkap, November lalu.

Tribun Medan
Ratna Sarumpaet 

Semanggi, Warta Kota -- Berkas kasus hoaks dengan tersangka Ratna Sarumpaet yang dilimpahkan penyidik Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi DKI, Kamis (10/1/2019) lalu, untuk diteliti dan diperiksa, akhirnya dinyatakan lengkap atau P-21 oleh pihak kejaksaan.

Karenanya penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya akan langsung melakukan pelimpahan tahap dua dengan melimpahkan atau menyerahkan tersangka Ratna Sarumpaet ke Kejati DKI, Kamis (31/1/2019).

Hal itu dikatakan Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Jerry R Siagian, Rabu (30/1/2019).

"Berkas perkara dengan tersangka RS sudah P21 atau lengkap. Sehingga kita akan lakukan pelimpahan tahap 2 yakni tersangka RS ke kejaksaan. Rencananya pelimpahan tersangka kita lakukan, Kamis besok ya,” kata Jerry.

Dengan sudah dinyatakan lengkapnya berkas kasus Ratna Sarumpaet ini menurut Jerry sesuai dengan target yang ia tetapkan.

Sebelumnya berkas kasus Ratna ini sempat dikembalikan kejaksaan ke penyidik karena dinyatakan belum lengkap, November lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan dinyatakan lengkapnya berkas perkara dengan tersangka Ratna Sarumpaet ini setelah penyidik mengikuti seluruh petunjuk jaksa saat berkas dikembalikan November lalu.

"Salah satunya adalah dengan memanggil saksi baru. Semuanya Ada 10 item yang sudah dilengkapi termasuk keterangan saksi baru," katanya.

Dalam berkas perkara No.685/XI/2018/Dit. Reskrimum, budayawan dan aktivis Ratna Sarumpaet diduga melakukan tindak pidana menyiarkan berita atau informasi bohong, dan dengan sengaja menyebabkan keonaran di tengah masyarakat.

Sebab ia mengaku telah dianiaya sejumlah orang di Bandung dengan menyebarkan foto wajahnya yang lebam.

Belakangan diketahui wajah lebam Ratna karena ia baru saja menjalani operasi plastik wajah di salah satu rumah sakit estetika di Jakarta.

Akibat perbuatannya itu, Ratna diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) Undang-Undang RI No.19/2016 tentang perubahan UU RI No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dan atau Pasal 14 ayat (1) UU No. RI No.1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved