News

Warga Usulkan Kolam Labuh dalam Musrenbang Kelurahan Pulau Tidung

Cecep Suryadi mengatakan ada dua jenis usulan dihasilkan dari musrenbang yakni usulan template berjumlah 18 usulan dan usulan langsung sebanyak 60.

Warga Usulkan Kolam Labuh dalam Musrenbang Kelurahan Pulau Tidung
Kominfo Kabupaten Kepulauan Seribu
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudinhub Kepulauan Seribu, Suherman bersama tim pemenang paket melakukan pengukuran ulang atau mutual chek nol (MC 0) kolam labuh disisi utara, dermaga utama Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara pada Rabu (29/8/2018). 

KEPULAUNSERIBU, WARTA KOTA. Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu Selatan, Kepulauan Seribu digelar Selasa (29/1). Kolam labuh menjadi salah satu usulan prioritas.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudinhub Kepulauan Seribu, Suherman bersama tim pemenang paket melakukan pengukuran ulang atau mutual chek nol (MC 0) kolam labuh disisi utara, dermaga utama Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara pada Rabu (29/8/2018).
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Sudinhub Kepulauan Seribu, Suherman bersama tim pemenang paket melakukan pengukuran ulang atau mutual chek nol (MC 0) kolam labuh disisi utara, dermaga utama Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu Utara pada Rabu (29/8/2018). (Kominfo Kabupaten Kepulauan Seribu)

Lurah Pulau Tidung Cecep Suryadi mengatakan ada dua jenis usulan dihasilkan dari musrenbang yakni usulan template berjumlah 18 usulan dan usulan langsung sebanyak 60 usulan.

“Salah satunya usulan pembangunan kolam labuh bagi kapal nelayan di RW 03 dan RW 01,” ucap Cecep, Selasa (29/1).

Cecep menceritakan usulan pembangunan kolam labuh sudah ada sejak 4-5 tahun yang lalu. Hanya saja hingga saat ini usulan tersebht belum bisa diwujudkan karena terkendala proyek yang lebih besar.

“Alasannya karena Suku Dinas Perhubungan berpatokan Rencana Induk Pelabuhan (RIP), nunggu RIP selesai baru bisa,” ungkapnya.

Kolam labuh menjadi sangat penting karena jumlah kapal yang ada dengan fasilitas tersebut sudah tidak lagi mendukung. Pasalnya saat ini baru ada dua kolam labuh yang masing-masing berada di sisi utara dan selatan Pulau Tidung.

“Selain itu ada usulan pelatihan bahasa Inggris buat masyarakat, kan banyak wisatawan, juga permohonan toilet di pelabuhan Pulau Tidung,” katanya. (jhs)

Penulis: Junianto Hamonangan
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved