VIDEO: Fahri Hamzah Bilang Ketua KPK Bahlul Mau Tangkap 200 Koruptor

Target KPK korupsi itu hilang bukan tambah banyak. Ini orang bagaimana sih?!, enggak cerdas-cerdas gitu, enggak tumbuh akalnya gitu,"

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan tugas utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni memberantas korupsi bukan malah memperbanyak korupsi.

Hal itu disampaikan Fahri menanggapi pernyataan Ketua KPK, Agus Rahardjo yang menargetkan 200 kali melakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan di tahun 2019.

"Target KPK itu korupsi hilang, bukan korupsi banyak, bahlul itu ketua KPK itu. Target KPK korupsi itu hilang bukan tambah banyak. Ini orang bagaimana sih?!, enggak cerdas-cerdas gitu, enggak tumbuh akalnya gitu," tegas Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Menurutnya, sesuai undang-undang, semestinya KPK berperan memberantas korupsi di Indonesia

"Target KPK itu korupsi hilang, itu maunya undang-undang. Lah target malah tambah banyak ya gimana sih, susah saya ngasih komentar yang sopan sama orang ini enggak jalan akalnya. 'Target KPK tahun depan InsyaAllah korupsi tidak berlanjut, gitu dong!', ujar Fahri.

Sebelumnya, pernyataan Ketua KPK Agus Rahardjo itu disampaikan saat menghadiri rapat kerja (raker) bersama Komisi III DPR RI, Senin (28/1/2019).

KPK menargetkan 200 kali melakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan untuk tahun 2019. Target ini ditujukan sebagai komitmen KPK untuk semakin gencar memberantas korupsi.

Agus menyebut, target tersebut sangat mungkin terlampaui karena pada tahun 2018 sudah jauh melebihi target sebelumnya. "Ini mudah-mudahan bisa dilampaui lagi yang bisa dilakukan oleh jajaran KPK," kata Agus di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta.

Sepanjang tahun 2018, KPK sudah melakukan 164 penyelidikan dan 199 penyidikan. Angka tersebut disebut Agus sudah melampaui target tahun 2018 yakni 100 penyidikan dan penyelidikan. Sementara dalam melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada tahun 2018, KPK telah melakukan 30 kali operasi. "OTT tahun 2016 ada 17 kali, 2017 menjadi 20 OTT, dan pada 2018 menjadi 30 OTT," jelasnya.(*)

Editor: Ahmad Sabran
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved