Breaking News:

Hari Valentine

Siapakah Santo Valentine Sebenarnya? Ini Fakta-fakta Tepis Mitos Seputar Hari Valentine

Tradisi yang kini berlaku setiap 14 Februari, banyak orang menikmati cokelat dan makan malam spesial dengan orang-orang tercinta.

Cape Town Diamond Museum
Saint Valentine 

Saint Valentine's Day juga dikaitkan sebagai upaya Kristen untuk menggantikan liburan Lupercalia yang lebih tua.

Lupercalia dirayakan oleh orang Romawi pada setiap 15 Februari.

Beberapa kisah modern melukiskan Lupercalia sebagai liburan yang sangat seksi.

Saat itu, wanita menulis nama mereka di kepingan tanah liat yang kemudian diambil oleh pria dari toples, lantas memasangkan pasangan acak.

Tetapi, sekali lagi, catatan awal tidak mendukung ini tentang romansa Valentine.

Cerita yang paling dekat antara Lupercalia dan tradisi Hari Valentine modern tampaknya dari festival Romawi.

Kisahnya melibatkan dua pria muda yang hampir telanjang menampar semua orang di sekitar mereka dengan potongan kulit kambing.

Menurut penulis kuno Plutarch, beberapa wanita muda menikah percaya bahwa dipukul kulit dapat meningkatkan 'permainan' cinta dan memudahkan persalinan.

Apa pun konotasi romantis mungkin telah menjadi bagian dari Lupercalia, namun mereka tidak menerjemahkannya ke dalam perayaan Kristen yang baru.

"Itu membuat saya gila bahwa kisah Romawi terus beredar dan beredar," kata Forbes.

Forbes tidak menemukan bukti sama sekali, termasuk dari tulisan Geoffrey Chaucer tentang romansa istimewa pada 14 Februari.

Jadi bagaimana Geoffrey Chaucer menciptakan Hari Valentine yang kita kenal sekarang?

Ini Dia Lima Tempat Romantis Rayakan Valentine di Perth

Pada tahun 1370-an atau 1380-an, Geoffrey Chaucer menulis puisi berjudul "Parlemen Burung-Burung".

Puisi itu berbunyi, "Karena ini pada Hari Santo Valentine, ketika setiap burung datang ke sana untuk memilih pasangannya."

Penyair Geoffrey Chaucer
Penyair Geoffrey Chaucer (Famous People)

Saat itu merupakan momen berkembangnya serangkaian ide romantis di Benua Eropa.

Chaucer dan penulis lain pada masanya merayakan romansa antara para kesatria dan wanita bangsawan yang tidak pernah bisa menikah.

Ketika sudah menikah, mereka menciptakan kiasan kerinduan dan rintangan tragis yang menggerakkan kisah romantis hingga hari ini.

Pada tahun 1400-an, para bangsawan yang terinspirasi oleh Chaucer telah mulai menulis puisi yang dikenal sebagai "kasih sayang" untuk kisah cinta mereka.

Hanya pada titik itulah mulai muncul cerita yang menghubungkan Santo Valentine dengan romansa.

Tapi ada satu putaran terakhir dalam mitos Saint Valentine ketika Chaucer menulis tentang hari ketika setiap burung memilih jodoh,

Kelly berpendapat bahwa bukan pada 14 Februari, melainkan 3 Mei untuk merayakan salah satu dari banyak Saint Valentines lainnya.

Bagaimana pun, Inggris masih sangat dingin pada pertengahan Februari.

Dalam pandangan Henry Kelly, Chaucer mencari cara untuk merayakan pertunangan Raja Richard II dengan Anne dari Bohemia.

Pada hari itu, dia merayakan Hari  Valentine di Genoa.

(Dia bisa saja memilih Pesta Salib Suci, tetapi itu tidak akan terdengar bagus dalam puisi itu.)

Tetapi, orang-orang sezamannya lebih akrab dengan Hari St Valentine pada 14 Februari karena dinggap sebagai liburan romantis yang baru.

"Februari adalah bulan terburuk di iklim dingin. Tapi, sangat menyenangkan jika memiliki sesuatu yang dinanti-nantikan," ucap Kelly. (History.com)

Penulis: Intan Ungaling Dian
Editor: Intan Ungaling Dian
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved