News

Pasien DBD Rujukan RSUD Pasar Rebo dan RSUP Fatmawati Capai 121 Orang

Terhitung sampai tanggal 29 Januari ada 64 orang pasien. Jumlah pasien belum bertambah lagi sejak tanggal 23 Januari," ungkap Prabowo.

Antaranews.com
Ilustrasi pasien DBD 

Gambir, Warta Kota. Jelang puncak musim penghujan, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) kian bertambah. Tercatat, ada sebanyak 121 kasus DBD di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pasar Rebo dan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Fatmawati sepanjang bulan Januari 2019.

Ilustrasi pasien DBD
Ilustrasi pasien DBD (Antaranews.com)

Humas RSUD Pasar Rebo, Sukartiyono Pri Prabowo menyebutkan, jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUD Pasar Rebo tercatat ada sebanyak 64 orang pasien. Pasien tersebut terdiri dari sebanyak 44 orang pasien dewasa dan sebanyak 20 orang pasien anak-anak

"Terhitung sampai tanggal 29 Januari ada 64 orang pasien. Jumlah pasien belum bertambah lagi sejak tanggal 23 Januari," ungkap Prabowo, dihubungi pada Selasa (29/1/2019).

Lebih lanjut, jumlah pasien tersebut dipaparkannya, melonjak jauh dibandingkan dengan jumlah pasien pada periode pada tahun 2018, yakni sebanyak 40 pasien DBD. Walau begitu, dalam kurun waktu dua tahun belakangan, belum dilaporkan adanya korban DBD meninggal dunia.

"Itu pada bulan yang sama, ada kenaikan di tahun 2019 ini. Trennya biasanya mulai dari bulan November-Januari sampai bulan April, musim hujan. Tapi sejauh ini tidak ada pasien yang meninggal dunia," ungkapnya.

Walau jumlah pasien DBD RSUD Pasar Rebo termasuk tinggi, namun diungkapkannya pasien tersebut seluruhnya bukan merupakan warga Jakarta Timur. Pasalnya, RSUD Pasar Rebo merupakan rumah sakit penyangga untuk wilayah Depok, Bekasi maupun Bogor.

Sehingga seluruh pasien DBD yang menggunakan layanan jaminan sosial lewat Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari wilayah penyangga dapat dirujuk ke RSUD Pasar Rebo.

"RSUD Pasar Rebo termasuk rumah sakit penyangga, jadi walaupun sakitnya di Depok bisa juga kemari dari Bekasi, Pondok Gede bisa kemari, begitu juga Cibinong bisa kemari," jelasnya.

Akan tetapi lanjutnya, seluruh pasien rujukan sebelumnya harus berasal dari puskesmas sesuai dengan domisili. Sebab, guna mendapatkan layanan BPJS, pasien sebelumnya harus berobat di puskesmas sesuai domisili, baik puskesmas kelurahan maupun puskesmas kecamatan,sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD atau RSUP.

"BPJS sesuai zonasi. Kalau penuh di kotanya baru bisa loncat, bisa kalau dari rujukannya dan berjenjang," ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Humas RSUP Fatmawati, Atom Kadam memaparkan jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUP Fatmawati mencapai sebanyak 57 orang pasien sepanjang Januari 2019. Pasien tersebut di antaranya sebanyak 25 orang anak-anak dan sebanyak 32 orang pasien dewasa.

"Jumlah sepanjang bulan Januari ada 57 orang, detailnya kami cek dulu," ungkapnya singkat.

Walau terbilang besar, Kadam enggan memaparkan riwayat jumlah pasien DBD yang dirawat di RSUP Fatmawati sepanjang tahun 2018. Dirinya berkilah data pasien harus direkap terlebih dahulu. (dwi)

Penulis: Dwi Rizki
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved