Para Pengendara keluhkan Jalan Berlubang di Sepanjang Jalan Gunung Sahari
Kondisi Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat dikeluhkan sejumlah pengendara, selain berlubang juga material batu krikil bertebaran.
Penulis: Joko Supriyanto |
KONDISI Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat dikeluhkan oleh sejumlah pengendara.
Selain berlubang, material batu kerikil bertebaran di jalan.
Pantauan Warta Kota kondisi jalan berlubang di sepajang jalan Gunung Sahari tersebut berdiameter 5 centimenter hingga 10 centimeter dengan kedalaman kurang lebih 5 hingga 10 centimeter.
Selain berlubang, juga terlihat meterial batu krikir memenuhi sekitar lokasi jalan berlubang tersebut, diperkiraka materiak batu krikil tersebut berasal dari rusaknya jalan hingga membuat jalan berlubang.
Jika diamati, kondisi jalan berlubang terjadi di satu titik dimana jalan tersebut sudah diperbaiki sebelumnya, hingga akhirnya rusak hingga membuat lubang yang tentu membahayakan para pengendara.
Atas hal itu, sejumlah pengendara yang ditemui merasa mengeluh atas kondisi jalan berlubang tersebut, karena bisa menyebabkan kecelakaan bagi para pengendara kendaraan bermotor.
"Parah emang mas kondisnya, seharunya Bina Marga turun tangan ini, soalnya sepanjang jalan ini semua berlubang, bahaya banget soalnya," kata Antonius, Selasa (29/1/2019).
Dikatakan Antonius, dirinya berharap Dinas terkait cepat tanggap mengatasi jalan berlubang seperti ini.
Apalagi jalan Gunung Sahari merupakan jalur yang cukup ramai di lintasi.
"Mending segera di perbaiki, bahaya loh ini, apalagi itu ada lagi yang didepan, lubangnya gede, mending ada penghalang nah ini ngaka ada, kan bahaya buat motor apa lagi," ujarnya.
Selain itu, Mamat (30) salah seorang pengendara mengatakan, kondisi jalan berlubang disebabkan perbaikan yang dilakukan asal-asalan, karena ia melihat lubang-lubang tersebut berasal dari lokasi yang pernah ditambal sulam.
"Kalau saya mikirnya ini emang perbaikannya ngak bener, bisa dilihat kan itu mas, yang berlubang di bagian mana, itu bagian yang pernah di perbaiki, bukan lubang baru. Kalau perbaikannya sesuai saya rasa nggak bakal ancur dan berlubang, ini kerikil juga berasal dari sana," katanya.
Untuk itu pihaknya meminta kepada dinas-dinas terkait selaku penanggung jawab berbaikan jalan, dapat segera memperbaiki dan ada perawatan yang dilakukan. Sehingga perbaikan tidak hanya dilakukan ketika kondisi jalan sudah rusak.
"Dari pada rusak diperbaiki, mending ada perawatan, jadi selalu cek, mana ni yang memang harus diperbaiki, jangan tunggu rusak, kalo udah ada korban jiwa baru gerak, ini yang menurut saya disayangkan," ucapnya. (JOS)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sahari-berlubang.jpg)