Krisis Venezuela

Donald Trump Siapkan Opsi Militer ke Venezuela untuk Jungkalkan Presiden Nicolas Maduro

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan intervensi militer untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Donald Trump Siapkan Opsi Militer ke Venezuela untuk Jungkalkan Presiden Nicolas Maduro
Vano Shlamov/AFP/sputniknews.com
MILITER Amerika Serikat. 

PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mempertimbangkan intervensi militer untuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Pernyataan opsi militer itu diungkapkan anggota Senat AS dari Partai Republik Lindsey Graham kepada Axios, dilansir Newsweek Senin (28/1/2019).

Ikuti 4 Negara Lainnya, Australia Akui Pemimpin Oposisi Juan Guaido sebagai Pemimpin Venezuela

Dukung Oposisi, Atase Militer Venezuela Ini Membelot dari Presiden Nicolas Maduro

Senator yang dikenal sebagai sekutu Trump itu berujar, sang presiden tetap "tajam" terhadap Venezuela di tengah rencana untuk mendukung oposisi anti-Maduro.

Graham berkata, diskusi antara dirinya dengan Trump terjadi dua pekan lalu setelah pemimpin oposisi Juan Guaido mendeklarasikan diri sebagai presiden.

Trump adalah pemimpin luar negeri pertama yang mengakui Guaido sebagai pemimpin yang sah dengan AS merupakan garda terdepan pemberi dukungan.

"Presiden sempat bertanya 'Bagaimana pendapat Anda jika saya mengerahkan militer?' Saya menjawab bahwa dia tak boleh bertindak buru-buru," kata Graham.

Senator dari Carolina Selatan itu memberi penjelasan kepada Trump bahwa dia bakal menggunakan opsi militer jika kepentingan nasional AS terancam.

Pamerkan Kesetiaan Militer Venezuela, Nicolas Maduro Bersiap Gelar Latihan Perang Terbesar

Washington sejauh ini masih menahan diri dari mengerahkan pasukan untuk menekan Maduro yang menggantikan mendiang Hugo Chavez pada 2013.

Meski begitu, pada 2016 dia sempat mengejutkan dua mantan stafnya, HR McMaster dan Rex Tillerson, dengan bertanya mengapa AS tidak langsung menginvasi Venezuela.

Rumor penggunaan opsi militer kentara setelah Penasihat Keamanan Nasional John Bolton tertangkap kamera membawa kertas catatan berwarna kuning.

'5.000 pasukan ke Kolombia' merupakan sebagian dari isi catatan yang dibawa Bolton ketika menggelar konferensi pers di Gedung Putih.

Kepada AFP, pejabat anonim Gedung Putih berkata saat ini tidak ada kondisi yang mendukung opsi untuk mengerahkan pasukan ke Kolombia yang berbatasan dengan Venezuela.

Selama memberi pengarahan, Bolton tidak menampik adanya pilihan untuk mengerahkan tentara AS guna menjungkalkan Maduro.

"Presiden sudah mengungkapkan keinginannya dengan jelas bahwa segala pilihan sudah tersedia di mejanya," ujar Bolton. (Ardi Priyatno Utomo)

Editor: Fred Mahatma TIS
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved