Anies Akan Rombak Tata Ruang Agar Transportasi Bisa Menjangkau Pemukiman Warga

Pembangunanan proyek yang melibatkan pemerintah pusat ini akan dikerjakan secara bersamaan agar memakan waktu yang relatif singkat

WARTA KOTA/ANGGIE LIANDA PUTRI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota. 

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta terus menggenjot berbagai infrastruktur penunjang trasportasi di Ibu kota.

Pembangunanan proyek yang melibatkan pemerintah pusat ini akan dikerjakan secara bersamaan agar memakan waktu yang relatif singkat yakni sekitar 10 tahun.

Sebab menurut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, jika menggunakan metode pembangunan bertahap bisa memakan waktu 30 hingga 40 tahun.

“Tidak dikerjakan secara bertahap karena butuh 30 sampai 40 tahun. Dikerjakan bersamaan dalam waktu 10 tahun, seluruhnya dikerjakan,” ujar Anies di Balai Kota DKI, Selasa (29/1/2019).

Operator Angkutan Umum Keluhkan Peremajaan Armada dan DPRD Sebut Solusinya Transjakarta

Pria Ini Diduga Dihipnotis di Dalam Bus Transjakarta dan Merugi Rp 64 Juta : Pelaku Beli iPhone X

Saat ini Anies mengaku sedang merancang metode pembangunan ini untuk 10 tahun kedepan, dimana hasil rancangan tersebut akan dipaparkan ke Pemerintah pusat.

Bahkan pembangunan infrastruktur akan dibarengi dengan penataan tata ruang di Jakarta yang hingga saat ini dinilai masih semrawut.

Sehingga moda trasportasi umum yang ada, nantinya bisa menjangkau hingga pemukiman warga.

"Mengatur tata ruang dan mengatur transportasi itu harus pada komponen yang sama, supaya nyambung. Yang sekarang tidak terjadi, perumahan besar dibangun di mana, kendaraan umumnya tidak ada yang sampai ke tempat itu," kata Anies.

BUS berlantai rendah (Low-Deck) milik Transjakarta. Selama Asian Para Games 2018, Transjakarta menyiapkan bus low-deck untuk mengangkut para disabilitas.
BUS berlantai rendah (Low-Deck) milik Transjakarta. Selama Asian Para Games 2018, Transjakarta menyiapkan bus low-deck untuk mengangkut para disabilitas. (Kaorinusantara.or.id/Tommy Godfried Cahyo)

Lantaran bakal membangun infrastruktur secara masif, ia pun akan penambahan angkutan umum massal sehingga bisa menjangkau warga yang bermukim dipingigiran kota.

Salah satu angkutan yang akan ditambah yakni armada Transjakarta dan ditarget bisa menjangkau 2.149 kilometer.

"Kalau Jakarta ini ingin menjadi kuat, Ibu Kota yang efisien, maka diperlukan Transjakarta yang bisa menjangkau 2149 kilometer. Hari ini kita baru 1100 km. Artinya armadanya harus ditambah," ucap Anies.

Selain Transjakarta, Light Rail Transit (LRT) juga mesti diperlus jangkauannya karena saat ini baru menjangkau 5,8 kilometer saja.

Kepala Dinas Sumber Daya Air Sebut LRT dan MRT Salah Satu Penyebab Genangan di Jakarta

Anies berharap dengan pembangunan infrstruktrur trasportasi yang sedang dirancang ini nantinya LRT bisa menjangakau lebih dari 130 kilometer.

Tak hanya LRT, namun Moda Raya Terpadu (MRT) yang saat ini baru menjangkau 16 kilometer dan ditargetkan bisa mencapai 112 kilometer.

"LRT yang hari ini hanya 5,8 km, itu akan dibutuhkan menjangkau lebih dari 130 kilometer untuk MRT sekarang 16 kilometer, itu harus dibangun sampai 112 kilometer," ucap Anies. (M16)

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved