Breaking News:

Untuk Gunakan Dana Kelurahan, Lurah Harus Ikuti Program dari Permendagri

Lurah Ciater, Ayadih menerangkan, dana kelurahan yang berasal dari APBD itu tidak masuk ke dalam kas kelurahan.

Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Lurah Ciater, Ayadih di Kantor Kelurahan, Ciater, Serpong, Tangerang Selatan. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA - Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 130 Tahun 2018, dana kelurahan ditetapkan untuk memenuhi dua program yakni pembangunan sarana dan prasarana kelurahan serta pemberdayaan pemasyarakatan di Kelurahan.

Lurah Ciater, Ayadih menerangkan, dana kelurahan yang berasal dari APBD itu tidak masuk ke dalam kas kelurahan.

Jadi, lanjut Ayadih, pihak kelurahan harus mengajukan program dari wilayahnya ke kecamatan untuk kemudian meminta persetujuan.

"Dana kelurahan itu bukan duit, jadi berupa program yang sudah ada di Permendagri itu," terangnya saat ditemui di Kantor Kelurahan Ciater, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (28/1/2019).

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie membenarkan regulasi dana kelurahan, untuk kegiatan yang menggunakan dana kelurahan memang harus mengikuti Permendagri.

"Di permendagri sudah diarahkan jenis kerjanya apa saja," ujarnya.

Untuk program yang diajukan Kelurahan Ciater, Ayadih mengatakan terdapat lima program yang sudah diserahkan ke kecamatan.

"Kita sudah kirim berkasnya ke kecamatan, ada lima program dari Kelurahan Ciater, masih mengacu dari dua program yang sudah ditetapkan, yaitu kerja bakti, pembersihan gorong-gorong, dan lain-lain," ujarnya.

Di tempat terpisah, Lurah Bambu Apus, Subur mengatakan memiliki kegiatan yang akan difokuskan dengan dana kelurahan.

"Kita kegiatan utamanya itu penanganan sampah, dari bank sampah, daur ulang dan sebagainya," ucapnya.

Nadia, warga Bambu Apus menyampaikan harapannya terkait program dari dana kelurahan. Ia pun merespon program yang akan dilakukan oleh lurahnya.

"Perlu adanya penyuluhan soal sampah per kepala keluarga atau door to door, karena masalah sampah akan sulit berkurang kalau warganya belum sadar," ucapnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved