Pilpres 2019

Tabloid Indonesia Barokah Dinilai Rusak Nama Prabowo, Ketua Umum FPI: Buang Saja ke Tong Sampah

KETUA Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis ikut menanggapi beredaranya Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah.

Tabloid Indonesia Barokah Dinilai Rusak Nama Prabowo, Ketua Umum FPI: Buang Saja ke Tong Sampah
TRIBUNNEWS/CHAERUL UMAM
KETUA Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis 

KETUA Umum Front Pembela Islam (FPI) Sobri Lubis ikut menanggapi beredaranya Tabloid Indonesia Barokah di sejumlah daerah.

Sobri Lubis menilai tabloid tersebut harus dibuang ke tong sampah.

"Ya dibuang ke tong sampah aja," ujar Sobri Lubis kepada wartawan di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (26/1/2018).

Kejar Bola, Bocah Berumur 14 Tahun Hanyut di Kali Ciliwung dan Belum Ditemukan

Menurutnya, tabloid tersebut berisi konten yang menyudutkan calon presiden nomor urut 01 Prabowo Subianto. Sobri Lubis pun menyebut Tabloid Indonesia Barokah menyebarkan fitnah.

"Ya memang isinya fitnah dan sangat merusak Pak Prabowo, dan itu tidak benar ya isinya hoaks," jelasnya.

Sebelumnya ditemukan Tabloid Indonesia Barokah yang isinya menyudutkan pasangan Prabowo-Sandi di sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Barat, salah satunya di Tasikmalaya.

Gubernur Banten Terpukau dengan Keberanian Warganya yang Berani Tarik-tarik Presiden Jokowi

Dikutip dari Tribun Jabar, Bawaslu Kota Tasikmalaya menemukan ratusan paket berisi Tabloid Indonesia Barokah yang diduga bermuatan kampanye hitam, Rabu (23/1/2019) siang.

Tabloid tersebut dikirimkan ke sejumlah alamat di Kota Tasikmalaya. Peredaran Tabloid Indonesia Barokah menyita perhatian publik, karena diduga kontennya tendensius.

Paket ditemukan Bawaslu Kota Tasimalaya di Kantor Pos Kota Tasikmalaya. Paket terbungkus amplop cokelat itu dikirimkan dari Bekasi dan ditujukan ke DKM dan sejumlah pondok pesantren di Kota Tasikmalaya.

Jokowi: Yang Tanda Tangan Perpres Hari Santri Saya, Kok Dibilang Anti Ulama dan Anti Islam?

"Paket dikirimkan dari Bekasi, dari kantor redaksi tertulis di sana, alamat tujuan kebanyakan DKM-DKM dan pengurus ponpes," kata Ketua Bawaslu Kota Tasikmalaya Ijang Jamaludin.

Ijang belum mengetahui motif tabloid tersebut ditujukan ke lembaga-lembaga agama.

"Saat ini kami lapor ke Bawaslu Jabar, kemudian tengah dalam pengkajian terlebih dahulu nanti status hukumnya seperti apa," ujar Ijang Jamaludin. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved