Batan Serahkan Dokumen Detail Engineering Tahap Dua Reaktor Daya Eksperimental ke Bapeten

Rencana pembangunan strategis Badan Tenaga Nuklir Nasional dalam Reaktor Daya Eksperimental (RDE) sudah sampai tahap penyerahan dokumen detail.

Batan Serahkan Dokumen Detail Engineering Tahap Dua Reaktor Daya Eksperimental ke Bapeten
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
(kiri-kanan) Kepala PTKRN Genni Rina Sunaryo, Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir Suryantoro, Direktorat Perijinan, Instalasi dan Bahan Nuklir Bapeten Budi Rohman, saat penyerahan dokumen DED tahap dua di Gedung 80 Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan, Senin (28/1/2019). 

Rencana pembangunan strategis Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) dalam Reaktor Daya Eksperimental (RDE) sudah sampai tahap penyerahan dokumen detail engineering design (DED) dari pihak BATAN kepada Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Penyerahan yang dilakukan di Gedung 80 Puspiptek, Setu, Tangerang Selatan itu menyusul penyusunan Basic Engineering Design (BED) yang sudah rampung pada tahun 2017.

Deputi Bidang Teknologi Energi Nuklir, Suryantoro menerangkan, penyerahan dokumen DED ini untuk kemudian berlanjut hingga tahap verifikasi dan validasi bahkan sertifikasi serta terwujudnya desain Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) pertama di Indonesia.

“Dengan mengirim dokumen DED tahap dua ini diharapkan BATAN dan Bapeten dapat meningkatkan capacity building dalam desain dan proses lisensi untuk PLTN generasi ke-4,” tambahnya, Senin (28/1/2019)

Suryantoro menambahkan, perlu diadakan komunikasi dengan stakeholder lain terkait rencana pembangunan RDE guna mendapat dukungan di masa rencana strategis mendatang, khususnya dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Genni Rina Sunaryo menerangkan, dalam dokumen DED itu, terdapat laboratorium fasilitas pengujian Reactor Cavity Cooling System (RCCS) yang digunakan untuk melakukan verifikasi dan validasi detail desain.

Ia juga menyampaikan, fasilitas uji itu sudah disusun dan dimanufaktur di Indonesia dengan komponen lokal hampir 80%.

Pihak SDM, dikatakan Rina, yang dimiliki BATAN sudah mampu mendesain, membangun, dan mengoperasikan PLTN.

“SDM Indonesia mampu bersaing dan menjadi unggul di tingkat regional. Bukan hanya SDM BATAN saja, tetapi SDM Bapeten juga menjadi unggul dalam memberi lisensi terkait PLTN,” terangnya.

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved