Ada Korelasi Antara Seni Kreatif dan Kesuksesan

Memupuk kreativitas anak sejak dini melalui karya seni memiliki dampak positif pada kebahagiaan dan masa depan anak.

Ada Korelasi Antara Seni Kreatif dan Kesuksesan
Warta Kota/Nur Ichsan
Lomba Menggambar Hari Pendidikan. 

Memupuk kreativitas anak sejak dini melalui  karya seni memiliki dampak positif pada kebahagiaan dan masa depan anak.

Psikolog  Anak Samanta Ananta mengatakan, terdapat korelasi yang kuat antara anak yang melakukan seni kreatif dan kesuksesan mereka di masa dewasa.

  “Anak-anak yang aktif membuat karya seni cenderung lebih memiliki banyak ide positif untuk penemuan teknologi. Melalui seni, anak-anak  belajar untuk berpikir out of the box. Sehingga merekapun lebih terlatih untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi,” kata Samanta saat menjadi pembicara di acara Kick off Koko Olimpiade 2019 di Lewis & Carrol, Selasa (22/1/2019).

Selain itu, menciptakan dan mengamati seni dapat mengurangi hormon kartisol atau hormon stress.

Sebaliknya, melakukan sesuatu yang anak-anak sukai akan melepaskan hormon endorphin, yakni hormon yang memberikan rasa bahagia.

Tidak  hanya itu, kreativitas yang lebih besar menimbulkan kebahagiaan yang  lebih mendalam. Proses kreatif itu sendiri merupakan sumber kebahagiaan bagi kebanyakan orang.

Dengan memiliki kreativitas, seseorang juga lebih mampu memecahkan masalah kecil yang menimpanya setiap hari. 

“Pada saat menggambar, pikiran anak teralihkan ke hal yang positif, mood yang lebih positif, rileks, serta fokus mengerjakan tugas,” ujarnya.

Salah satu karya seni yang perlu distimulasi ke anak adalah menggambar. Beri kertas atau alat gambar, dan biarkan anak-anak mengekspresikan gambarnya. Kesalahan tersering orangtua yang membuat anak enggan menggambar adalah terlalu banyak intervensi terhadap hasil gambar anak dan juga pewarnaannya. Misalnya orangtua ‘protes’ dengan menanyakan mengapa warna gunung berwarna biru,  atau mengapa anak hanya menggambar dua gunung saja, tanpa gambar yang lain.

 “Jangan-jangan anak menggambar gambar itu-itu saja, karena anak kurang diberi wawasan dan pengalaman. Sehingga anak hanya tahu gambar itu saja. Terpenting jangan ada judgement,” kata Samanta.

Halaman
12
Penulis: Lilis Setyaningsih
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved