Sempat Berpamitan ke Orangtua, Pengamen Ini Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk

Tubuh pria yang kesehariannya bekerja sebagai pengamen ini, penuh luka tusuk. Polisi menduga pengamen itu merupakan korban pembunuhan.

Sempat Berpamitan ke Orangtua, Pengamen Ini Ditemukan Tewas Penuh Luka Tusuk
Istimewa
ILUSTRASI Korban pembunuhan 

Pengamen bernama Rendi (21), ditemukan tewas dengan penuh luka tusuk tepatnya dibawah jembatan, Minggu (27/1/2019).

Pengamen yang merupakan warga Kecamatan Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, diketahui merupakan korban pembunuhan.

Kapolsek Seberang Ulu I, Palembang Kompol Mayestika membenarkan terkait adanya kasus pembunuhan yang telah menimpa seorang pengamen berusia muda tersebut.

Menurut Mayestika, jenazah pengamen itu ditemukan warga yang sedang melintas di bawah Jembatan Ampera tepatnya kawasan 7 Ulu.

Pengantin Pria Ini Dimutilasi Sahabatnya, Potongan Tubuh Dibuang di Toilet

Tim Putra Jakarta Pertamina Energi Tundukkan Jakarta Garuda

Melihat korban dengan kondisi bersimbah darah, mereka langsung melapor kepada pihak kepolisian setempat.

"Setelah dicek korban sudah meninggal dan langsung dibawa ke Bhayangkara," kata Mayestika.

Keluarga Rendi (21) yang merupakan korban pembunuhan ketika berada diruang kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Minggu (27/1/2019).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)
Keluarga Rendi (21) yang merupakan korban pembunuhan ketika berada diruang kamar jenazah Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang, Minggu (27/1/2019).(KOMPAS.com/AJI YK PUTRA) (KOMPAS.com/AJI YK PUTRA)

Mayestika mengungkapkan, kini mereka sedang melakukan penyelidikan terkait kasus pembunuhan yang menimpa pengamen tersebut.

"Motif pembunuhannya belum diketahui, kasus ini masuh diselidiki," jelas Mayestika.

Pertamina Energi Juara Putaran Kedua

Milomir Seslija Petik Pengalaman Berharga di Laga Kontra Persita

 

Sempat Berpamitan

Sementara itu, Aan Syarifudin (44) yang merupakan ayah korban mengatakan, Rendi pada Sabtu (26/1/2019) malam kemarin sempat berpamitan untuk pergi ngamen sebelum ditemukan tewas.

"Semalam anak saya pamit ngamen. Pagi dapat kabar dari tetangga jika Rendi di rumah sakit dan sudah tewas karena ditusuk," ujar Aan.

Aan pun tak mengetahui apa permasalahan yang meninmpa anaknya tersebut hingga menjadi korban pembunuhan.

"Setahu saya tidak ada masalah. Siang biasanya jadi sopir angkot dan malam ngamen, kerjanya memang serabutan, kalau ada musuh saya tidak tahu," jelasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pamit Ngamen, Rendi Ditemukan Tewas di Bawah Ampera"

Editor: Panji Baskhara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved