Pemkot Tangsel Galakkan Peduli Sampah Sejak dari Rumah

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mengadakan rumah minim sampah yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu melalui berbagai loka karya.

Pemkot Tangsel Galakkan Peduli Sampah Sejak dari Rumah
Warta Kota/Zaki Ari Setiawan
Kepala DLH Tangsel, Toto Sudarto saat menyampaikan peran rumah minim sampah di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Ciputat. 

Laporan Wartawan Warta Kota, Zaki Ari Setiawan

TANGERANG, WARTA KOTA – Penguraian sampah di dalam rumah dapat menjadi solusi dalam permasalahan sampah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Selatan, Toto Sudarto mengajak peran warga di dalam rumah untuk memilah sampah yang dapat didaur ulang, menjadi kompos, sampah plastik dan lainnya.

"Jika semua ikut serta maka bisa lebih mudah lagi. Kami terus berupaya bagaimana caranya agar sampah bisa tertanggulangi," ujar Toto di Kantor Wali Kota Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pun mengadakan rumah minim sampah yang sudah dimulai sejak beberapa bulan lalu melalui berbagai loka karya.

"Dari 9 orang pelopor rumah minim sampah bisa mengurangi 43 hingga 90 persen dari sampah rumah tangga yang ada. Jika ini dikembangkan hingga 200 komunitas yang ada, rasanya kita optimis 2021 Tangsel akan bebas sampah," ujarnya.

Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany menerangkan, program Rumah Minim Sampah adalah lanjutan dari kegiatan serupa yang pernah dilaksanakan.

Airin yang mengeluarkan edaran pengurangan plastik beberapa waktu lalu juga meminta masyarakat mulai membiasakan diri dengan membawa barang yang bebas plastic.

"Kita harus edukasi menjaga lingkungan dimulai dari diri kita. Bawa botol minuman sendiri dari rumah, gunakan sedotan yang bisa di cuci dan lainnya yang bisa mengurangi sampah," ungkap Airin.

Peran rumah tangga sebagai pengurai sampah pertama pun diharapkan dapat mulai dilakukan warganya.

"Mari kita banyak belajar, mudah-mudahan banyak yang jadi contoh bisa menularkan ke yang lainnya. Dimulai dari rumah dulu, mungkin awalnya sulit, manakala kita berhasil dari rumah maka akan mempengaruhi lingkungan kita," imbuhnya.

Satu di antara solusi permasalah sampah lainnya adalah dengan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Cipeucang yang digadang-gadang dapat menjadi jawaban atas permasalah sampah di Tangsel dengan mengubahnya menjadi tenaga listrik. “Mudah-mudahan bisa terwujud 2020 sehingga sampah bisa kita tangani," ucap Toto.

Kota Tangerang Selatan memiliki potensi memproduksi lebih dari 800 ton sampah per harinya. Sedangkan sampah yang dibuang ke TPA Cipeucang mencapai 250 ton dalam satu hari, volume sampah pun dinilai tidak sebanding dengan luas tanah yang ada. 

Penulis: Zaki Ari Setiawan
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved