Prabowo: Saya Dihujat Saat Ungkap LRT Palembang Tak Guna, Dua Bulan Kemudian Wapres Membenarkan

Prabowo Subianto mengatakan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak penuh perhitungan, sehingga dinilainya tidak efisien.

Prabowo: Saya Dihujat Saat Ungkap LRT Palembang Tak Guna, Dua Bulan Kemudian Wapres Membenarkan
Warta Kota/Angga Bhagja Nugraha
Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno dalam acara Debat Capres Cawapres di Gedung Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Kamis (17/1/2019) malam. 

CALON presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengatakan, Wakil Presiden Jusuf Kalla membenarkan perkataan dirinya yang mengkritik pembangunan Light Rapid Transit (LRT).

Hal itu disampaikan Prabowo Subianto saat mendapatkan dukungan dari Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia, Sabtu (26/1/2019).

"Saat saya ungkapkan LRT di Palembang yang tak ada gunanya, saya dihujat, diserang. Dua bulan kemudian Wapres sendiri, Pak Jusuf Kalla, dia membenarkan apa yang saya sampaikan," kata Prabowo Subianto di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur.

Jusuf Kalla Kritik Pembangunan LRT Palembang dan Jalur Kereta Trans Sulawesi yang Tak Efisien

Selain itu, Prabowo Subianto mengatakan pembangunan infrastruktur di Indonesia tidak penuh perhitungan, sehingga dinilainya tidak efisien.

"Bahwa banyak infrastruktur kita ini dibangun dengan tidak efisien, tidak ekonomis, dan terkahir ada laporan Bank dunia yang mengatakan pembangunan infrastruktur ini ibarat kacau, kata-kata Bahasa Inggrisnya chaostik," tutur Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla beberapa kali menyampaikan kritik terhadap beberapa proyek infrastruktur yang tengah gencar dibangun pada era pemerintahan Presiden Jokowi. Salah satunya, proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT).

Menkumham Minta Kebebasan Ahok Jangan Dibesar-besarkan

JK menyinggung kondisi LRT Palembang yang kini hanya menjadi ajang coba-coba para turis lokal yang datang. 

"LRT Palembang jadikan coba-coba turis lokal saja," ucap JK. (Chaerul Umam)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved