Prostitusi Online

Komnas Perempuan Tak Sepakat Vanessa Angel Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Harusnya Korban

ARTIS Vanessa Angel telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online, karena melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 1.

Komnas Perempuan Tak Sepakat Vanessa Angel Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online, Harusnya Korban
Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Vanessa Angel menggelar jumpa pers terkait penetapan status tersangkanya, di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019) yang ditemani oleh tim kuasa hukumnya, Milano dan tim. (Warta Kota/Arie Puji Waluyo) 

ARTIS Vanessa Angel telah menjadi tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online, karena melanggar UU ITE Pasal 27 Ayat 1.

Keputusan Vanessa Angel menjadi tersangka ditetapkan oleh pihak Kepolisian Jawa Timur, yang ancaman hukumannya pidana 6 tahun penjara dan atau denda Rp 1 miliar.

Komnas Perempuan tidak sepakat dengan penetapan tersangka kepada artis berusia 27 tahun itu, dan menilai Vanessa Angel adalah korban.

Artis yang Banyak Utang dan Mulai Tidak Populer Lagi Jadi Target Sindikat Prostitusi Online

“VA masih korban,” kata Komisioner Komnas Perempuan Budi Wahyuni, saat mengunjugi Redaksi Tribunnews.com, Jumat (25/1/2019).

Mariana Amiruddin, Komisioner Komnas Perempuan lainnya menjelaskan, Vanessa Angel harusnya menjadi korban, karena di dalam prostitusi ada indikasi perdagangan manusia yang dilakukan para muncikari.

“Prostitusi itu adalah jebakan luar biasa buat perempuan, karena yang dijual tuh tubuh perempuan, mengeksploitasi dan perdagangan manusia,” ujar Mariana.

Jokowi: Yang Tanda Tangan Perpres Hari Santri Saya, Kok Dibilang Anti Ulama dan Anti Islam?

Selain itu, ada juga indikasi perbudakan manusia yang dilakukan penyewa, terlebih hingga konsumtif dan rela membayar hingga Rp 80 juta.

“Kenapa kalian konsumtif membeli pekerja seks dan keluarkan uang untuk pekerja seks? Karena itu perbudakan sebenarnya,” tutur Mariana.

Menambhakan rekannya, Komisioner Komnas Perempuan Budi Wahyuni menyebutkan, Vanessa Angel layak disebut korban karena seperti kasus-kasus yang pernah ditangani Komnas Perempuan, kasus prostitusi sangat rentan terhadap adanya ancaman-ancaman ke depannya.

“Sehingga lupa bahwa dia rentan eksploitasi kayak ancaman ‘Aku punya foto kamu loh misalnya. Enggak mau kasih (jajan) bisa dibongkar’. Jadi kita lihat sulit bagi korban untuk mengungap siapa pelaku sebenarnya,” beber Budi Wahyuni. (Apfia Tioconny Billy)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved