Jengkel Lihat Fitnah dan Hoaks, Jokowi: Orang Belum Lahir Sudah Dibilang PKI

MEMASUKI tahun politik 2019, Presiden Jokowi mengaku jengkel dengan beragam fitnah, hoaks, hingga ujaran kebencian yang beredar di masyarakat.

Jengkel Lihat Fitnah dan Hoaks, Jokowi: Orang Belum Lahir Sudah Dibilang PKI
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Presiden Joko Widodo saat mendatangi Skadron 21 Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (25/1/2019). 

MEMASUKI tahun politik 2019, Presiden Jokowi mengaku jengkel dengan beragam fitnah, hoaks, hingga ujaran kebencian yang beredar di masyarakat.

"Kalau sudah masuk ke politik, sering gesekan. Jengkel lihat begitu. Bulan politik itu banyak fitnah, hoaks, sampai ujaran kebencian," ujar Jokowi di sela pembagian sertifikat tanah di Lapangan Bola Arcici Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Sabtu (26/1/2019).

Kembali Jokowi berkoar soal dirinya yang dicap sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Di hadapan 3000 warga penerima sertifikat tanah, Jokowi mengklarifikasi hal tersebut.

Ini Syarat Calon Pemilih Pindah Lokasi Pencoblosan, tapi Cuma Bisa Pilih Presiden

"Saya empat tahun kemarin enggak bicara soal Presiden Jokowi PKI. Sekarang ini saya mau jawab. PKI dibubarkan tahun 1966 dan 1965. Saya baru lahir tahun 1961," ungkap Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo ini heran mengapa masih ada warga yang percaya dirinya adalah PKI. Terlebih, hasil survei mengatakan ada 9 juta orang yang percaya dengan isu PKI.

"Kalau saya enggak ngomong nanti dari 9 juta yang percaya, nambah jadi 12 juta. Hal ini kurang ajar, fitnah keji. Orang belum lahir sudah dibilang PKI. Mari berpolitik yang santun dan beretika. Bangsa kita kan dilihat dari budi pekerti dan ramah tamahnya," papar Jokowi. (*)

Penulis: Theresia Felisiani
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved