Dewan Pers Menilai Tugas Media Jangan Disalahgunakan Menunjuk Kasus Indonesia Barokah

Dewan Pers telah menganalisa konten Tabloid Indonesia Barokah seperti alamat dan kontak redaksi yang tercantum di tabloid serta kontennya.

Dewan Pers Menilai Tugas Media Jangan Disalahgunakan Menunjuk Kasus Indonesia Barokah
Antara
Petugas Panwaslu Depok menunjukkan tabloid 'Indonesia Barokah' yang disita dari sebuah masjid, di kantor Panwaslu Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (25/1/2019). Petugas juga menyita 400 paket berisi tabloid yang diduga tendensius terhadap salah satu pasangan capres itu di Kantor Pos dan Giro Depok, yang akan disebarkan oleh pengirim tak dikenal ke masjid dan pesantren yang ada di Depok. 

Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi menegaskan, menjelang Pemilu 2019, pers tidak boleh dijadikan "barang" yang dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Pers bukanlah barang mainan. Pers itu bertugas mengedukasi kepada masyarakat," kata Jimmy saat menghadiri diskusi bertajuk "Hantu Kampanye Hitam" di Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Pernyataan Jimmy tersebut merespons munculnya Tabloid Indonesia Barokah yang beredar di berbagai daerah.

Tabloid tersebut ditemukan di 12 kecamatan di Kabupaten Ciamis. Petugas menemukannya di sejumlah Masjid dan kantor kecamatan.

Kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menganggap tabloid tersebut sebagai bentuk kampanye hitam.Wakil Ketua Komisi Hukum Dewan Pers Jimmy Silalahi menegaskan, menjelang Pemilu 2019, pers tidak boleh dijadikan "barang" yang dimainkan oleh kelompok-kelompok tertentu.

"Pers bukanlah barang mainan. Pers itu bertugas mengedukasi kepada masyarakat," kata Jimmy saat menghadiri diskusi bertajuk "Hantu Kampanye Hitam" di Jakarta, Sabtu (26/1/2019).

Pernyataan Jimmy tersebut merespons munculnya Tabloid Indonesia Barokah yang beredar di berbagai daerah.

Tabloid tersebut ditemukan di 12 kecamatan di Kabupaten Ciamis. Petugas menemukannya di sejumlah Masjid dan kantor kecamatan.

Kubu pasangan calon nomor urut 02, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno menganggap tabloid tersebut sebagai bentuk kampanye hitam.

"Kami ingin pesta demokrasi ini bermatabat. Karena, benar-benar, pola seperti ini selalu muncul menjelang pemilu yang tentu menciptakan suasana menjadi tidak kondusif," ujar Jimmy.

Adapun Dewan Pers, lanjutnya, telah menganalisa konten Tabloid Indonesia Barokah seperti alamat dan kontak redaksi yang tercantum di tabloid serta kontennya.

"Kami butuh waktu, targetnya minggu depan selesai. Kami juga menghimbau semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana menjelang pesta demokrasi tahun ini," ujar dia.

"Kami ingin pesta demokrasi ini bermatabat. Karena, benar-benar, pola seperti ini selalu muncul menjelang pemilu yang tentu menciptakan suasana menjadi tidak kondusif," ujar Jimmy.

Adapun Dewan Pers, lanjutnya, telah menganalisa konten Tabloid Indonesia Barokah seperti alamat dan kontak redaksi yang tercantum di tabloid serta kontennya.

"Kami butuh waktu, targetnya minggu depan selesai. Kami juga menghimbau semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana menjelang pesta demokrasi tahun ini," ujar dia.

Editor: Gede Moenanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved