Jokowi: Yang Tanda Tangan Perpres Hari Santri Saya, Kok Dibilang Anti Ulama dan Anti Islam?

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menilai isu-isu yang menyerang dirinya, tanpa fakta, dan hanya bertujuan politik sesaat.

Jokowi: Yang Tanda Tangan Perpres Hari Santri Saya, Kok Dibilang Anti Ulama dan Anti Islam?
WARTA KOTA/ZAKI ARI SETIAWAN
Presiden Joko Widodo saat mendatangi Skadron 21 Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Jumat (25/1/2019). 

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengaku heran dengan pihak-pihak yang menuduh dirinya maupun pemerintahan saat ini mengkriminalisasi ulama dan anti Islam.

Isu-isu tersebut, dilihat Jokowi semakin masif menjelang pelaksanaan kontestasi pemilihan presiden 2019.

"Banyak sekali isu ke saya, kriminalisasi ulama, anti Islam. Lho, lho, lho. Saya setiap hari, setiap minggu masuk pondok pesantren dengan ulama," ujar Jokowi saat penyerahan sertifikat tanah di lingkungan Lapangan Terbang Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Jumat (25/1/2019).

Ini Empat Alasan Orang Golput saat Pemilu

Jokowi menjelaskan, kecintaannya kepada Umat Islam telah dibuktikannya dengan penerbitan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2025 tentang penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional. Hal tersebut, belum pernah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin sebelumnya.

"Hari santri yang buat Perpres saya, yang tanda tangan saya, kok dibilang anti ulama, anti Islam? Bolak-balik kayak gitu kalau gampang percaya, termakan, bahaya sekali," ucap Jokowi

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun menilai isu-isu yang menyerang dirinya, tanpa fakta, dan hanya bertujuan politik sesaat, karena saat ini mencalonkan diri kembali sebagai calon presiden periode 2019-2024.

Abu Bakar Baasyir Batal Bebas, Fadli Zon Nilai Pemerintahan Jokowi Amatiran

"Ini hanya tujuan politik, bukan yang lain-lain. Masyarakat jangan diajak ke hal yang tidak logis. Untungnya masyarakat sekarang sudah pintar-pintar," papar Jokowi.

Pada setiap kesempatan, Jokowi selalu menyampaikan untuk menjaga persatuan, persatuan, dan persaudaraan, meski berbeda dalam pilihan politik yang berlangsung lima tahun sekali. (Seno Tri Sulistiyono)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved