BPOM Gerebek 4 Pabrik Kosmetik Ilegal Bernilai Miliaran Rupiah di Kalideres

BPOM) menggerebek empat lokasi yang dijadikan tempat produksi dan pengedaran kosmetik ilegal di Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019) malam.

BPOM Gerebek 4 Pabrik Kosmetik Ilegal Bernilai Miliaran Rupiah di Kalideres
Warta Kota/Joko Supriyanto
BPOM menggerebek empat lokasi yang dijadikan tempat produksi dan pengedaran kosmetik ilegal di Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019) malam. 

BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menggerebek empat lokasi yang dijadikan tempat produksi dan pengedaran kosmetik ilegal di Jakarta Barat, Rabu (23/1/2019) malam.

Dari pengrebekan tersebut ditemukan ratusan ribu kosmetik berbagai merek tanpa izin.

Adapun lokasi pengrebekan berada di Perumahan Taman Surya, Ruko Daan Mogot Baru, Komplek Citra Business Park, dan Taman Surya Molek.

Dari empat lokasi tersebut ditemukan berbagai barang bukti antara lain bahan baku kosmetik, bahan kemasan, produk ruah, produk jadi kosmetik.

Kepala BPOM RI, Penny K Lukito yang ketika itu berkunjung ke lokasi pabrik kosmetik ilegal pada Jumat (25/1/2019) mengatakan, penggerebekan ini berdasarkan informasi dari masyarakat dan juga tim penyidik BPOM yang terus menekan peredaran kosmetik palsu atau ilegal.

"Hari ini kembali BPOM lakukan penggerebekan operasi penegak hukum. Kami temukan ada empat tempat yang kelihatannya satu rangkaian, disini kita temukan produk produk ilegal dan pemalsuan dengan nilai keekonomian diperkirakan mencapai 30 miliar rupiah," kata Penny K Lukito, Jumat (25/1/2019).

Dikatakan Penny K Lukito, dari empat lokasi yang dilakukan pengrebekan tersebut didapat merek-merek kosmetik ternama, bahkan jika dilihat fasilitasnya, tidak sesuai dengan pembuatan kosmetik secara baik, dengan begitu ia memastikan bahwa produk-produk yang ia temukan tersebut ilegal.

Selain itu, Penny K Lukito juga menemukan adanya produk-produk pemalsuan, di mana produk-produk kosmetik yang dijual tidak memiliki standar mutu maupun kode produksi pembuatan.

"Fasilitas disini tidak sesuai, dan tidak memiliki sertifikasi oleh BPOM. Artinya fasilitasnya sendiri ilegal, selai itu produknya tidak memenuhi standart mutu khasiat manfaat dan keamanan, jadi ini juga jadi bentuk edukasi masyarakat agar berhati-hati membeli kosmetik," ujar Penny K Lukito.

Atas temuan ini, Penny berharap adanya kerjasama untuk memproses temuan ini baik itu dengan pihak kejaksaan agar terungkap hingga hulunya, sehingga masyarakat nantinya tidak khawatir dan dirugikan dengan adanya produk ilegal dan palsu ini.

Terlebih bahan-bahan yang digunakan sangat berbahaya bagi kulit. (JOS)

Penulis: Joko Supriyanto
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved