Pilpres 2019

Bawaslu Karawang Temukan Ribuan Eksemplar Tabloid 'Indonesia Barokah' Siap Kirim

Bawaslu Kabupaten Karawang menemukan ribuan eksemplar tabloid "Indonesia Barokah" yang siap disebar melalui Kantor Pos Cabang Karawang, Kamis.

Bawaslu Karawang Temukan Ribuan Eksemplar Tabloid 'Indonesia Barokah' Siap Kirim
Warta Kota/Muhammad Azzam
Komisioner Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Kota Bekasi, Ali Mahyail mengungkapkan ada 12 masjid di Kota Bekasi yang mendapat kiriman Tabloid Indonesia Barokah. (Warta Kota/Muhammad Azzam) 

BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Karawang, Jabar, menemukan ribuan eksemplar tabloid "Indonesia Barokah" yang siap disebar melalui Kantor Pos Cabang Karawang, Kamis (24/1/2019).

"Kami sudah meminta (pihak Kantor Pos Karawang) agar tidak menyebarkan tabloid itu," kata Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) setempat Charles Silalahi, di Karawang.

Pihaknya bersama Intelijen Polres Karawang sudah mendatangi kantor pos Cabang Karawang, untuk meminta agar penyebaran tabloid "Indonesia Barokah" tidak dilakukan.

"Dari hasil koordinasi dengan Kantor Pos Karawang, ada 247 amplop yang siap disebar ke semua pos kecamatan," kata Charles Silalahi.

Charles Silalahi mengatakan, isi satu amplop itu bervariasi, ada yang tiga eksemplar dan lima eksemplar tabloid.

Terkait tabloid "Indonesia Barokah" yang sudah terlanjur dikirimkan ke kecamatan-kecamatan, Bawaslu Karawang telah berkoordinasi dengan Polres Karawang agar menyita tabloid tersebut.

Diharapkan, jika ada masyarakat yang menemukan tabloid "Indonesia Barokah", segera menyerahkannya ke pihak kepolisian terdekat atau ke Panwaslu tingkat kecamatan.

Sebab, isi tabloid tersebut dianggap berbahaya.

Menurut Charles Silalahi, dari pendataan sementara, sebanyak 330 eksemplar tabloid tersebut sudah tersebar di sejumlah kecamatan seperti Kecamatan Purwasari, Cilamaya Wetan, Klari, Tempuran, Telagasari, Lemahabang, Kutawaluya, Majalaya, dan Banyusari.

"Kami juga belum membaca semua isi tabloid itu, tapi disinyalir ada propaganda dalam tabloid itu," kata Charles Silalahi.

Saat ini Bawaslu Karawang hanya melakukan pendataan terhadap tabloid itu sambil menunggu instruksi dari Bawaslu Jabar. (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved