Bangunan di Pesanggrahan Ini Mau Dibikin Indekos Padahal Ber-IMB Rumah Tinggal, Terpaksa Dibongkar

TIM Penertiban Terpadu Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan menertibkan sebuah bangunan, lantaran menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bangunan di Pesanggrahan Ini Mau Dibikin Indekos Padahal Ber-IMB Rumah Tinggal, Terpaksa Dibongkar
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
TIM Penertiban Terpadu Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan menertibkan sebuah bangunan, lantaran menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 

TIM Penertiban Terpadu Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan menertibkan sebuah bangunan, lantaran menyalahi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bangunan itu terletak di Jalan Tanah Kusir Blok G No 24 (Kompleks Graha Baru) RT 04 RW 12 Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Arifin yang memimpin langsung penertiban itu mengatakan, IMB yang dilanggar oleh pemilik bangunan tersebut mengubah bentuk bangunan.

PT Batam Sentralindo Laporkan Situs www.batamsentralindo.id ke Bareskrim

"Bangunan yang di awal perizinannya diperuntukkan sebagai rumah tinggal tersebut ditertibkan, lantaran mengubah bentuk bangunan dengan tidak sesuai IMB, dan juga melanggar Garis Sepadan Bangunan (GSB) depan," jelas Arifin, Kamis (24/1/2019).

Arifin menuturkan, penertiban ini juga meninjaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan adanya pembangunan, yang diduga akan dijadikan sebuah indekos.

"Izinnya rumah tinggal, tapi kalau kita lihat secara kasat mata, bangunan ini kesannya memang dibagi ruang-ruang kamar seolah-olah untuk dijadikan kost-kostan," terangnya.

Abu Bakar Baasyir Minta Remisi Besar Saat Idul Fitri Daripada Bebas Tanpa Syarat

Arifin menegaskan kepada masyarakat agar menjadikan IMB sebagai pedoman yang harus dipatuhi saat membangun.

"Jangan kemudian izin yang dikeluarkan itu ternyata hanya secara formalitas untuk dilakukan pelanggaran di lapangan," tegasnya.

Arifin juga menjelaskan, sebelum penertiban ini dilakukan, telah jauh hari pihaknya memberikan Surat Peringatan, Surat Segel, hingga Surat Perintah Bongkar (SPB) kepada pemilik.

"Karena pemilik masih melanjutkan pembangunan, oleh karenanya kita di sini untuk menegakkan aturan," ucapnya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved