Peluang dan Kesempatan sebagai Technopreneur di Indonesia Sangat Besar

Era revolusi industri 4.0 menjadi tugas bagi kampus untuk selalu mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Penulis: Ign Agung Nugroho | Editor:
Istimewa
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui lembaga BSI Entrepreneur Center (BEC) telah melakukan program inkubator bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki minat dan bakat menjadi wirausahawan. 

WARTA KOTA, PALMERAH--- Masuknya era revolusi industri 4.0 menjadi momen penting bagi Indonesia memacu peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

Era revolusi industri 4.0 menjadi tugas bagi kampus untuk selalu mengembangkan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri saat ini.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan memberikan pendampingan kepada mahasiswa untuk mengembangkan bakat dan potensi menjadi wirausahawan.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui lembaga BSI Entrepreneur Center (BEC) telah melakukan program inkubator bagi mahasiswa-mahasiswa yang memiliki minat dan bakat menjadi wirausahawan.

Naba Aji Notoseputro, Pengurus Yayasan Bina Sarana Informatika (BSI), menilai karier lulusan dari kampus di era industri revolusi 4.0 tidak hanya terpaku menjadi pekerja, tetapi juga harus berani untuk menciptakan lapangan kerja dengan menjadi wirausahawan.

“Wirausaha tidak semata-mata hanya sekedar sebagai pedagang, tetapi juga harus menjadi technoprenuer. Di Indonesia sendiri dengan bonus demografi yang dimiliki, peluang dan kesempatan sebagai technopreneur sangat besar,” kata Naba Aji lewat keterangan resminya kepada Warta Kota, Kamis (24/1/2019).

Naba mengatakan, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh lulusan Fakultas Teknologi dan Informatika (FTI) UBSI, yang ingin berkarir menjadi wirausaha di bidang teknologi (technopreneur).

Lulusan UBSI berpeluang besar, melihat selama berkuliah mahasiswa telah diberikan pembekalan berwirausaha melalui program Inkubator Wirausaha Muda yang dilakukan oleh BEC.

“Tentunya, ini sebagai unggulan lulusan UBSI yang telah memiliki pembekalan yang cukup menjadi wirausahawan. Serta ditunjang dengan kompetensi dan sertifikasi pada bidang ICT dalam menunjang pengembangan usahanya menjadi bisnis digital,” kata Naba.

Naba mengatakan, selama ini, wirausahawan identik dengan lulusan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBSI.

Seiring perubahan menjadi era revolusi industri 4.0, yang hampir disemua lini perekonomian berbasis teknologi, sekarang lulusan Fakultas Teknologi dan Informatika UBSI juga berkesempatan menjadi technopreneur.

“Ini menjadi kesempatan dan peluang besar bagi calon technopreneur handal, yang memiliki kemampuan berinovasi, kreatifitas dalam mengembangkan usahanya,” kata Naba Aji.

Hari Guru Nasional: Era Revolusi Industri 4.0, Guru Harus Bagaimana?

LP3I Berkontribusi Cetak SDM Yang Berdaya Saing Di Era Revolusi Industri 4.0.

Hadapi Revolusi Industri 4.0 Perlu Pembangunan Kesos Transformatif

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved