Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap Hijau Berhadiah Total Rp 75 Juta

Seluruh karya desain akan dibukukan secara eksklusif dalam buku Tropical Green Roof Desain dan didistribusikan secara nasional.

Onduline Gelar Kompetisi Desain Atap Hijau Berhadiah Total Rp 75 Juta
ist
Tatok Prijobodo, Country Director PT Onduline Indonesia (paling kiri); bersama Olivier Guilluy, Onduline Asia Pasific Director (tengah); Naning Adiwoso, Chair Person of Green Building Council Indonesia (paling kanan); Anggia Murni, Core Founder Green Building Council Indonesia & Principal of Tropica Greeneries (dua dari kiri); serta Mark Sungkar, Architect & Founder of Green Homes Indonesia (dua dari kanan), meluncurkan sistem atap ramah lingkungan Ondugreen sekaligus mengumumkan kompetisi desain arsitektur Onduline Green Roof Award 2019 di Alam Sutera, Serpong Utara, Tangerang, Kamis (24/1/2019). 

WARTAKOTA, JAKARTA — PT Onduline Indonesia mendorong para profesional arsitek berpartisipasi dalam ajang Onduline Green Roof Award (OGRA) pada penyelenggaran yang memasuki tahun ke-empat ini.

Produsen atap ringan dari material bitumen, serat selulosa, organik, resin dan mineral-mineral yang ramah lingkungan dan hemat biaya dengan brand Onduline dan Onduvilla ini menyediakan hadiah total Rp 75 juta bagi para pemenang

“Kegiatan ini bertujuan memotivasi dan mendorong para arsitek muda dalam memberikan solusi yang konseptual dan berkelanjutan terkait kebutuhan desain atap yang kuat namun tetap ramah lingkungan dan cocok untuk daerah tropis,” ujar Country Director PT Onduline Indonesia, Tatok Prijobodo dalam pernyataan resmi, Kamis (24/1).

Tatok menyatakan, OGRA merupakan wujud apresiasi setinggi-tingginya dari Onduline Indonesia bagi kemajuan bidang arsitektur di Indonesia melalui kompetisi desain yang berfokus pada desain atap. Kali ini, sayembara dua tahunan itu mengangkat tema Tropical Green Roof System, selaras dengan diluncurkannya produk terbaru Onduline, yaitu Ondugreen.

“Ondugreen merupakan produk atap ramah lingkungan yang cocok diaplikasikan pada area-area terbuka, seperti dak beton pada bangunan high res building seperti perhotelan, perkantoran, bahkan untuk dak rumah seperti kanopi santai di atas dak beton, garasi, gazebo (bale terbuka), dan sejenisnya,” beber Tatok.

Melalui tema tersebut, para peserta dapat mengeluarkan gagasannya sekreatif dan seinovatif mungkin terkait sistem green roof yang cocok untuk iklim tropis Indonesia. Juga bagaimana sistem tersebut dapat terpasang pada atap bangunan dengan tetap memperhatikan berbagai isu teknis green roof, seperti kemampuan tahan air dan sistem drainase.

Pendaftarannya dibuka mulai 1 Februari 2019 hingga 30 Agustus 2019. Tatok berharap, peserta yang mengikuti seleksi tahun ini lebih banyak dari tahun lalu. “Kami menargetkan 160 karya desain masuk, lebih tinggi dari sayembara yang sama dua tahun sebelumnya sekitar 120 karya,” kata Tatok.

OGRA juga merupakan ajang peningkatan kualitas arsitek di bidang desain arsiktektur, sehingga peluang bersaing di pasar global semakin besar. “Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan desain arsitektur karya anak bangsa di mata dunia,” imbuhTatok.

Desain bebas

Tatok mengatakan, OGRA terbuka bagi para professional di bidang arsitek, desainer interior, developer, konsultan perencana dan kontraktor pelaksana yang telah berprofesi minimal satu tahun. Syaratnya pun mudah, yakni gagasan desain adalah karya asli peserta dan belum pernah dipublikasikan dalam lomba apapun.

Halaman
123
Penulis:
Editor: Ichwan Chasani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved